Kabelnya Semrawut, Puluhan Pemilik Provider Dikumpulkan

0
9
Kabelnya Semrawut, Puluhan Pemilik Provider Dikumpulkan
CEK KABEL - Camat Kutsel bersama puluhan Pemilik Provider saat melakukan pengecekan kabel seusai rapat koordinasi, Jumat (4/9/2020). DenPost/ist

Kutsel, DenPost

Keberadaan kabel semrawut di wilayah Kuta Selatan (Kutsel) sudah sering dikeluhkan. Bahkan ada kabel yang berjatuhan sehingga dikhawatirkan membahayakan masyarakat. Untuk mempercepat tindakan, Camat Kutsel, Ketut Gede Arta menggelar rapat kordinasi dengan Asosiasi Penyelengara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) yang memiliki aset di wilayah Kutsel.

25 pemilik provider di Kutsel dikumpulkan untuk membahas penanganan potensi kabel terputus dan estetika kondisi kabel di wilayah Kutsel.
Selain dihadiri para Apjatel, acara tersebut juga dihadiri pihak PLN dan PDAM Badung.

Baca juga :  Mobil Sering Jatuh Kesawah , Ini Yang Dilakukan Warga di Jalur Shortcut Tibubeneg-Canggu

Diminta komentarnya terkait pertemuan tersebut, Gede Arta mengungkapkan, pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil pengecekan kondisi kabel fiber optik, kabel PLN, PDAM dan LPJ yang telah dilaksanakan Selasa (1/9/2020) lalu.
Pemeriksaan kabel dilaksanakan di wilayah Jimbaran, Pecatu, Benoa karena di daerah tersebut dinilai masih semrawut.

“Untuk masalah PDAM dilaksanakan di Banjar Anggasari dan Jimbaran, di mana kendalanya adalah terkait keberadaan jaringan induk. Sedangkan untuk LPJ, beberapa kondisi tiangnya ada yang keropos. Jadi ini kami komunikasikan langsung untuk ditindaklanjuti,” terangnya, Jumat (4/9/2020).

Baca juga :  Sertifikat Prokes Akomodasi Wisata Belum Keluar, Kadisparda Badung Jawab Begini

Khusus untuk keberadaan kabel fiber optik yang selama ini menuai keluhan di masyarakat, Gede Arta meminta ke Apjatel agar menghimpun diri di grup utilitas Kutsel. Dengan begitu akan memudahkan koordinasi dan melakukan perbaikan sistem. “Perbaikan tersebut menyangkut tentang penanganan masalah, sehingga potensi adanya keluhan bisa segera mendapatkan tindaklanjut maksimal 2×24 jam dan tidak sampai berlarut-larut,” tegas Camat asal Negara ini.

Karena apabila keluhan tidak mendapatkan respon cepat, lanjutnya, maka petugas tramtib yang akan mengambil tindakan ketika itu menyangkut gangguan estetika dan kenyamanan wilayah.
“Kami juga minta Apjatel menyusun rencana kerja rutin yang terjadwal sehingga ini tidak asal rapat saja, melainkan ada output yang dihasilkan. Grup ini jangan hanya berorientasi pada penanganan masalah, tapi juga potensi juga dimanfaatkan terkait perawatan, pembenahan, upaya memberikan layanan yang optimal, tentunya itu akan sekaligus menjaga estetika,” pungkasnya. Paparnya sembari mengatakan (113).

Baca juga :  Layanan PDAM Badung Kembali Terganggu

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini