Bunuh Diri, TN Pakai Pistol Buatan Turki

0
7
Bunuh Diri, TN Pakai Pistol Buatan Turki

Kereneng, DenPost

Penyidik Dit. Reskrimum Polda Bali telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan prarekonstruksi kasus bunuh diri tersangka Tri Nugraha (TN) di toilet Kejati Bali. Polisi memastikan bahwa mantan Kepala BPN Denpasar-Badung itu menembak dada kirinya dari jarak dekat dengan pistol revolver buatan Turki. Pelurunya hingga tembus mengenai tembok toilet.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan, Jumat (4/9/2020) mengatakan dalam prarekonstruksi itu hadir tujuh saksi di lokasi saat kejadian. Mereka adalah penyidik kejaksaan, polisi, dan kuasa hukum TN. “Hasil otopsi dari jasad Tri telah keluar. Penyebab kematiannya pun sudah diketahui,” bebernya.

Baca juga :  Pelantikan Anggota PPS di Denpasar Dibagi Empat Sesi

Dodi menambahkan hasil otopsi jenazah ditemukan luka terbuka di otot kiri jantung dan bagian bawah paru-paru kiri. Juga ada pendarahan pada rongga dada kiri dan di dalam kantung jantung. “Luka tembak masuk pada dada kiri menembus kulit jaringan lemak sisi depan dan menumbus sampai mengenai tembok belakang toilet,” imbuhnya.

Kabid Labfor Polda Bali Kombes Nyoman Sukena menambahkan hasil pemeriksaan labfor terhadap senpi revolver milik TN berjenis SR 38357 buatan Turki, dengan empat butir peluru kaliber 38 mm dan satu keping pecahan anak peluru. Dia juga memastikan bahwa senpi itu memang dipakai tersangka untuk bunuh diri. Hal itu sesuai ujung laras senpi positif dan swab pada pangkal laras senpi yang mengandung timbal.

Baca juga :  Lepas Kendali, Pemuda Asal Jakarta Tewas Usai Terbentur Aspal

Mengenai sidik jari di pistol, Sukena mengatakan bahwa pihaknya tidak memeriksa sidik jari, karena itu wewenang Inafis. “Tapi senpi itu telah terkontaminasi, sebab banyak yang memegang. Mungkin saja diambil saat tersangka terkapar,” bebernya.

Di tempat terpisah, Kasi Penkum Kejati Bali A.Luga Harlianto saat dimintai konfirmasi Jumat kemarin mengatakan 20 orang diperiksa Tim Jamwas pada Rabu (2/9/2020) hingga Kamis (3/9/2020). ‘’Yang diperiksa itu adalah petugas atau orang yang memeriksa Tri sesaat sebelum dia bunuh diri,” tegasnya.

Baca juga :  Polres Kirim Rantis ke Desa Besan Karena Ini

Menurut Luga, jaksa-jaksa yang diperiksa di antaranya jaksa penyidik, jaksa keamanan dalam, dan jaksa lainnya, di lantai dua Kejadi Bali saat kejadian.

Ketika ditanya mengenai dugaan kelalaian pihak Kejati Bali dalam mengawal TN, Luga enggan memberikan komentar. Dia menyebutkan bahwa hal tersebut telah ditangani tim Jamwas. “Hasilnya seperti apa? Nanti Kejakgung yang  menyampaikan. Kalau melihat proses (pemeriksaan), hasilnya biasa cepat,” terangnya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini