Persyaratan Tatap Muka di Sekolah Diperketat, Ini Tujuannya

0
3
Picsart 09 06 06.18.15
TATAP MUKA - Suasana sosialisasi rencana pembelajaran tatap muka yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli, di salah satu sekolah.

Bangli, DenPost

Persyaratan kegiatan belajar tatap muka yang saat ini dirancang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, sangat ketat termasuk proses pemberian izin dilakukan melalui tahapan secara berlapis. Hal itu, guna mencegah sekolah tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli, I Nengah Sukarta, menegaskan pihaknya tak ingin pembelajaran tatap muka di sekolah justru akan meningkatkan resiko penyebaran Covid-19. Apalagi jika sampai sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Penegasan tersebut, disampaikan Sukarta berkaitan dengan munculnya sejumlah pertanyaan orang tua siswa yang beredar luas melalui Medos di Bangli sejak beberapa hari belakangan ini.

Baca juga :  Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Kandang Babi

Lebih lanjut dijelaskan, dasar hukum rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah di Kabupaten Bangli berpedoman pada revisi Surat Keputusan Bersama ( SKB) empat menteri, yakni Mendikbud, Mendagri, Kemenag dan Kemenkes Republik Indonesia tentang Kebijakan Belajar Tatap Muka di sekolah yang disampaikan melalui webinar Kemendikbud. “Revisi SKB tersebut memperluas pelaksanaan pembelajaran tatap muka dari yang sebelumnya hanya di zona hijau diperluas ke zona kuning,” ungkap Sukarta, Minggu (6/9/2020).

Baca juga :  Objek Wisata di Kintamani Tetap Dibuka

Ditegaskannya, jikapun wilayah tersebut sudah berada di zona hijau atau kuning, namun tidak serta merta sekolah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Masih dipersyaratkan ketentuan lain yang mutlak dan wajib dipenuhi sekolah. Persyaratan tersebut, kata Sukarta, berupa surat ijin dari para orang tua yang memperbolehkan putra putrinya belajar tatap muka di sekolah.

Berikutnya sekolah memenuhi persyaratan kelengkapan sarana prasarana penunjang kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19, seperti tersedianya tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, tersedianya thermogun, hand sanitazer dan disinfektan. Ketentuan lain yang harus dipenuhi sekolah, yakni adanya ijin dari pemerintah daerah dalam hal ini Disdikkpora. Jika salah satu persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka sekolah tidak diijinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. (128)

Baca juga :  Cegah Pemanfaatan Jalur Tikus, Pengelola Pariwisata di Kintamani Lakukan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini