Komisi III Usulkan Faskes RS Wangaya Ditambah Ini

0
5
Picsart 09 07 07.47.21
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Ir. Eko Supriadi.

Dangri, DenPost

Memasuki masa tatanan kehidupan era baru, kegiatan masyarakat mulai marak. Di sisi lain, kasus Covid-19 terus meningkat. Bahkan, sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) di rumah sakit masih kurang. Menyikapi hal itu, diusulkan agar sejumlah fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 segera ditambah. Misalnya, ventilator, SIM CT scant, serta laboratorium untuk tes swab.

Itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Ir. Eko Supriadi, usai sidang paripurna, Senin (7/9/2020).

Dikatakan Eko Supriadi, perlunya tindakan khusus dalam penanganan Covid-19 ke depan. Karena sampai saat ini, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Ini menunjukkan penyebaran Covid-19 belum bisa teratasi dengan baik.
Kondisi ini juga dipastikan akan memperparah upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Daya beli masyarakat terus mengalami penurunan, akibat belum ada kepastian kasus ini akan berakhir.

Baca juga :  Satpol PP Amankan Tujuh Gelandangan dan Pengamen

“Apa yang dilakukan selama ini di Denpasar sudah cukup baik, namun perlu dilanjutkan dengan peningkatan sarana kesehatan yang lebih memadai. Mengingat, orang yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan semakin banyak. Kita khawatir bila fasilitas kesehatan tidak memadai, peningkatan kasus Covid-19 terus meningkat,” kata politisi PDI-P Denut ini.

Eko Supriadi mengatakan, saat ini yang mendesak ditambah, yakni alat ventilator di RS Wangaya. Pasien yang harus menggunakan ventilator semakin banyak. Demikian pula keberadaan alat CT Scan yang sudah ada di RS Wangaya belum bisa berfungsi dengan baik. Karena SIM belum ada. Padahal, SDM untuk itu sudah ada. “SIM-nya ini segera diurus, sehingga bisa berfungsi maksimal,” jelasnya.

Baca juga :  HUT Ke-18 Bali TV, Begini Harapan Danrem

Hal yang mendesak lagi dilakukan, yakni pengadaan lab untuk hasil swab tes. Selama ini keberadaan lab tersebut sangat minim. Akibatnya, hasil pemeriksaan pasien sangat lambat. Selain itu, akan muncul biaya tinggi, akibat membludaknya masyarakat yang melakukan tes swab mandiri. “Ini peran pemerintah agar hasil swab bisa lebih cepat selesai,” jelasnya.

Kabag Humas Pemkot Denpasar, I Dewa Gede Rai, membenarkan RS Wangaya sudah memiliki alat CT Scan. Hanya, karena belum ada SIM-nya dari pusat, SDM yang ada belum berani mengoperasikan. (105)

Baca juga :  Sembuh dari Covid-19, Dua Pejabat Ini Akui Terinfeksi Karena Kelelahan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini