Peningkatan Pariwisata Bangli Jadi Bahasan Utama Forkompimda

0
5
Picsart 09 08 04.28.32
RAPAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin Forkompimda di Kintamani. DenPost/ist

Bangli, DenPost

Sekian bulan diterpa badai virus corona, mengakibatkan runtuhnya perekonomian di Kabupaten Bangli terutama dari sektor pariwisata. Terlebih sektor ini menjadi sektor paling utama menunjang PAD Bangli yang notabene paling terkecil dibandingkan dengan kabupaten/kota di Bali. Nah hal inilah yang menjadi tema atau bahasan utama jajaran petinggi Bangli dalam rapat Forkompimda, Selasa (8/9/2020) di Toya Devasya, Kintamani.

Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Bangli sangat banyak mempunyai objek wisata yang tidak kalah dengan kabupaten lain yang ada di Bali. Terutama objek wisata alam dan religius. Namun pendapatan dari pariwisata tidak begitu banyak dibandingkan kabupaten lain. “Maka dengan modal objek wisata yang kami miliki ini ke depanyan supaya bisa pariwisata kita ini lebih meningkat,” ucapnya saat memimpin rapat.

Baca juga :  Rapid Test, Satu PMI Asal Bangli Mengarah Positif

Menurut Gianyar, masyarakat Bangli sangat tergantung dengan pariwisata.
Ditegaskannya, dengan adanya badan promosi pariwisata di Kabupaten Bangli pihaknya berharap pariwisata di Bangli bisa membaik, bukan hanya di Kintamani dan Penglipuran saja, namun juga di wilayah yang lain yang masih banyak potensi pariwisata. “Dengan membaiknya pariwisata, PAD Bangli bisa menjadi meningkat. Di samping itu praktisi pariwisata dan pengelola pariwisata Bangli ini harus bersinergi dengan pemerintah,” imbuhnya.

Baca juga :  Pembangunan Jembatan Metra-Kedui Berlanjut

Sementara, Ketua PHRI Bangli, I Ketut Mardjana, mengatakan, dalam hal pengembangan pariwisata di Bangli masih tahap pembenahan dan pihaknya telah mengelompokkan objek wisata yang ada di Bangli seperti objek wisata religius, alam, dan buatan yang ada di Kabupaten Bangli. “Dan kami sudah menjajagi pengelola pariwisata di masing-masing desa yang sedang mengembangkan pariwisatanya,” katanya. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini