Soal Penerapan Pergub 46/2020, Kadisparda Sambangi Ini

0
3
Picsart 09 08 06.48.18
SAMBANGI LEGIAN - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa (kanan), bersama Jero Bendesa Adat Legian, AA Made Mantra, dan Lurah Legian, Made Madia Surya Natha, saat menyambangi Legian.

Legian, DenPost

Pemerintah desa dan desa adat berperan penting untuk mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan, demi pengendalian pandemi Covid-19. Sejalan dengan berlakunya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, keduanya diminta meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Pesan itu, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, dalam kunjungannya ke Desa Adat Legian, Selasa (8/9/2020). “Kami ingin menyamakan persepsi bersama desa adat hingga kelurahan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan,” ujar Astawa, didampingi tokoh penting di Desa Adat Legian.

Baca juga :  Rampas HP, Kaki Penjahat Ditembak

Mengunjungi Legian, kata Astawa, merupakan pesan Pemerintah Provinsi Bali peduli terhadap peran Legian sebagai salah satu pusat destinasi wisata di Bali. Dia juga mengajak desa adat dan pemerintah desa untuk sepakat penanganan pandemi harus sejalan dengan pemulihan ekonomi. “Kami minta dukungan kepada desa adat, lurah dan LPM dalam menertibkan pendisiplinan protokol kesehatan. Tujuannya bermuara untuk melindungi masyarakat dan menjaga nama baik Kuta dan Bali,” ujar Astawa. Langkah ini juga menjaga kepercayaan wisatawan untuk mengunjungi Bali.

Baca juga :  Pemkab Badung Ngaturang Bhakti Penganyaran di Pura Sad Kahyangan Batukau Tabanan

Sementara Bendesa Adat Legian, AA Made Mantra, yang saat itu turut hadir mengucap terimakasih atas kunjungan Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Menggambarkan fakta di lapangan, dia menyebutkan masyarakat saat ini merasakan dilematis antara penerapan protokol kesehatan dan tuntutan ekonomi saat pandemi.

Dia berharap pemerintah dapat memberi dukungan nyata berupa dana sosial kepada masyarakat yang terdampak. Sejak aktivitas pariwisata distop, kata dia, situasi masyarakat di Legian diibaratkan sudah menjerit. Hal itu disebabkan karena 99 persen masyarakat setempat bekerja di bidang pariwisata.

Baca juga :  Gempa Tektonik M 6,3 di Laut Jawa Terasa Hingga Kuta

Hal serupa juga disampaikan Astawa, saat mengunjungi Kantor Kepala Desa Tibubeneng, Badung, yang turut dihadiri Kepala Desa Canggu. Kepala Desa Canggu, Nengah Lana, menyebutkan pendisiplinan di wilayahnya telah gencar dilakukan. Kendati demikian, dia tidak memungkiri pendisiplinan perlu ditingkatkan. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini