Skema Rujukan Covid-19 Dievaluasi, Gejala Berat Diarahkan ke Sanglah

0
9
Picsart 08 19 01.59.46
ISOLASI - Kondisi ruang isolasi di RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. DenPost/istimewa

Dangin Puri, DenPost

Penambahan kasus positif yang sulit dikendalikan sejak dua minggu terakhir berimplikasi pada menipisnya ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan. Dari 783 tempat tidur di semua rumah sakit, saat ini telah terpakai 668. Terhadap kondisi itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui gugus tugas mengevaluasi skema rujukan pasien.

“Kami sudah membentuk satu tim managemen untuk distribusi rujukan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga kedatangan pasien kita atur. Pasien yang dengan gejala berat, itu kita distribusikan ke Sanglah. Pasien yang sedang, itu ke RSPTN Unud, RS Bali Mandara dan RS di daerah,” papar Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, saat ditemui pada Rabu (9/9/2020) di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Baca juga :  Peternak di Klungkung Diminta Tak Tutup-tutupi Jika Ada Babi Mati

Bagi pasien dengan gejala ringan, kata dia, akan didistribusikan ke 55 rumah sakit lain di seluruh Bali. Langkah lainnya, yakni menambah jumlah tempat tidur di seluruh rumah sakit, beserta tenaga medis. Dan, mengintensifkan terapi plasma konvalesen. Pihaknya juga akan menambah kapasitas alat dan tenaga medis untuk sistem terapi plasma konvalesen.

Kata dia, sebelumnya hanya RSUP Sanglah dan RSPTN Unud yang dapat melakukan pengambilan, namun kini akan dikembangkan di RS Bali Mandara. “Tentu diikuti dengan SDM-nya, di tiga rumah sakit ini SDM-nya cukup, pembiayaan juga telah disiapkan,” ungkapnya. Terapi plasma konvalesen sempat dilakukan jajaran Kodam IX/ Udayana pada Agustus lalu.

Baca juga :  Adu Jangkrik, Dua Warga Warnasari Tewas

Terdapat 28 personel Kodam IX/ Udayana yang menyumbang plasma konvalesen secara cuma-cuma. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara, menyebutkan, saat ini terdapat 200 pasien yang telah sembuh dari Covid-19 yang siap mendonorkan plasmanya. “Saya kira ini potensi yang bagus bagi Bali, untuk bisa mengambil plasma,” katanya.

Dia menegaskan, Kodam IX/ Udayana sebagai bagian dari Gugus Tugas akan berupaya optimal untuk mendukung pemerintah. Salah satunya untuk mengedukasi masyarakat yang bersedia mendonorkan plasmanya secara sukarela. “Babinsa kita sudah mendatangi masyarakat yang sudah bersedia mendonorkan plasmanya,” pungkas Kurnia Dewantara. (106)

Baca juga :  Pengunjung Pasar Badung Wajib Masuk Bilik Disinfektan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini