Bupati Bangli Cabut Sanksi Denda Tak Pakai Masker, Ini Alasannya

0
41
Picsart 09 11 06.31.19
CABUT DENDA - Bupati Bangli, I Made Gianyar, saat mengumumkan pencabutan pengenaan denda pada warga yang tanpa menggunakan masker melalui siaran pers.

Bangli, DenPost

Pemerintah Kabupaten Bangli tak lagi menerapkan saksi denda Rp100 ribu terhadap warga yang kedapatan tak mengenakan masker di tempat umum. Ini, sebagai bentuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat atas Peraturan Bupati (Perbup) Bangli Nomor 39 Tahun 2020 mengenai disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes). Karenanya, Pemkab Bangli mencabut sementara pengenaan denda tersebut, sambil menunggu revisi pada pasal saksi dendanya.

Hal ini ditegaskan Bupati Bangli, I Made Gianyar, dalam keterangan pers, Jumat (11/9/2020).

Baca juga :  Jelang Idul Fitri 1441 H, Ketua MUI Bangli Audiensi ke Kapolres

“Penerapan ini lebih ditekankan kepada edukasi tentang pentingnya kesehatan dan penggunaan masker di masa pandemi Covid-19 ini. Sekarang kita bukan berbicara tentang dendanya, tapi lebih kepada pentingnya pemakaian masker demi menjaga kesehatan semua pihak, kepada diri sendiri dan orang lain,” kata Gianyar.

Lebih lanjut disampaikan Gianyar, banyaknya keluhan masyarakat atas denda yang dikenakan bagi yang melanggar prokes sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 tahun 2020, setelah ada Pergub tentunya ditindaklanjuti dengan Perbup 39 tahun 2020. Mengingat, dalam kondisi sulit seperti ini, Bupati Bangli mempunyai inisiatif untuk mencabut pasal pada pasal saksi dendanya. “Aturan juga harus berpatok pada rasional. Saya yakin tidak ada warga siapa pun yang ingin kena Covid-19, kecuali orang gila. Semua ingin sehat. Masalah penggunaan masker beda dengan pelanggaran buang sampah,” tegasnya.

Baca juga :  900-an Karyawan Hotel dan Restoran di Bangli Dirumahkan

Ditekankan, walaupun saksi denda dicabut, namun sanksi admistrasi dan pembinaan dengan memberikan edukasi protokol kesehatan tetap diberlakukan. Akan lebih dikedepankan sanksi sosial. Misalnya disuruh menyapu di jalan raya, push-up atau identitasnya diambil kemudian dipublikasikan di media massa. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini