Aktivitas Pemotongan Babi di RPH Turun

0
3
Picsart 09 13 11.33.59
POTONG BABI – Petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran Kota Denpasar sedang memotong babi, Minggu (13/9/2020).

Pesanggaran, DenPost

Menjelang penampahan Galungan yang jatuh pada Selasa (15/9/2020), pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran, Kota Denpasar turun drastis. Dari boasanya 100 ekor per hari, kini hanya 40 ekor setiap hari. Selain karena serangan virus ASF beberapa waktu lalu, kondisi ini turut dipengaruhi wabah virus corona di mana daya beli masyarakat kian turun.

”Harga babi saat ini cukup tinggi antara Rp 35.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas di RPH turut terdampak,’’ kata Kasubag Tata Usaha Rumah Potong Hewan Kota Denpasar, Drh. AA Gede Eka Mayun AP, Minggu (13/9/2020).

Baca juga :  Libur Sekolah, Lima Pelajar di Denpasar Lakukan Aksi Pencurian 

Eka Mayun mengungkapkan, sehari menjelang penampahan Galungan banyak Organiasi Perangkat Daerah (OPD) dari Provinsi Bali, Pemkot Denpasar dan anggota Dewan yang motong babi di RPH. Namun sekarang ini sama sekali tidak ada sehingga tidak ada yang membagikan daging babi kepada pegawai maupun konstituennya.

”Biasanya banyak instansi pemerintah dan anggota Dewan minta bantuan kepada jagal di RPH memotong babi. Tapi saat ini sama sekali tidak ada dan karena wabah virus corona ini terus bergejolak tidak boleh berkumpul banyak orang sehingga pemotongan babi ditiadakan,’’ ujar Eka Mayun.

Baca juga :  Hari Pramuka, Kwarda Bali Kedepankan Penanganan Pandemi

Dia menjelaskan, pemetongan babi di RPH di masa pandemi virus corona paling banyak antara 30 ekor sampai 40 ekor sehari. “Paling banyak memotong babi di RPH adalah PT Aroma 25 ekor setiap hari. Sebelum ada virus corona PT Aroma sedikitnya 70 ekor babi dipotong dan sisanya dari pedagang daging babi lain yang dijual di pasar-pasar tradisional. Turunnya PT Aroma memotong babi di RPH karena ada pengurangan jumlah karyawan sehingga mempengaruhi produksi daging olahan yang akan dijual ke pasar tradisional maupun swalayan,’’ jelasnya.

Baca juga :  Terpapar Covid-19, Pasien dari Kesiman Kertalangu Meninggal

Eka Mayun menambahkan, sebelum babi dipotong di RPH terlebih dahulu dicek kesehatannya dan setelah dinyatakan sehat baru dipotong. Kalau ada babi yang kurang sehat tidak dipotong guna menghindari daging yang dijual tidak terkontaminasi pengakit. ”Tempat pemotongan babi di RPH sudah modern sehingga daging yang sudah dipotong higienis (sehat),’’ paparnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini