Enam Pasien Meninggal di Bali, 113 Kasus Baru Covid-19

0
8
Konsep Otomatis
Ilustrasi bentuk virus corona (covid-19)

Denpasar, DenPost
Jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia di Bali terus bertambah. Pada Minggu (13/9/2020) dicatat enam pasien meninggal dunia. Menurut data GTPP Covid-19 Bali, korban jiwa terbanyak ada di Kota Denpasar (tiga orang), dua di Buleleng, dan satu pasien di Gianyar. Dengan demikian, kumulatif pasien meninggal dunia di Bali hingga kini dicatat sebanyak 174.
Sedangkan pada Sabtu (12/9/2020) , sebagaimana dilaporkan BNPP, di Bali terjadi penambahan 135 kasus baru. Selain itu dicatat tujuh pasien meninggal dunia. Mengenai pasien baru covid-19 pada Minggu kemarin dicatat 113. Total kasus yang ditangani Bali hingga kini mencapai 7.226. Juga dicatat 98 pasien sembuh, sehingga totalnya menjadi 5.691 orang. Untuk kasus aktif masih ada sebanyak 1.361.

Baca juga :  Tak Pakai Masker, Jangan Coba-coba Masuk Wilayah Renon

Khusus untuk di Kota Denpasar, tiga pasien yang meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki. Pertama: pasien usia 53 tahun yang dinyatakan positif pada 26 Agustus 2020, dan meninggal dunia pada Jumat (4/9/2020) dengan riwayat hipertensi (darah tinggi) dan diabetes militus (kencing manis). Kedua: pasien berusia 56 tahun yang dinyatakan positif pada Kamis (3/9/2020), dan meninggal dunia pada Jumat (11/9/2020) dengan riwayat penyakit penyerta diabetes dan hipertensi. Sedangkan pasien ketiga berusia 59 tahun yang dinyatakan positif pada Jumat (11/9/2020), dan meninggal dunia pada Sabtu (12/9/2020), dengan penyakit penyerta diabetes militus.

Pada hari yang yang sama, kasus baru covid-19 tercatat 29. Semuanya tersebar di 14 desa/kelurahan, serta 21 orang sembuh. ‘’Mengingat perkembangan kasus covid-19 semakin meningkat, mari lebih disiplin menerapkan prokes,” ujar Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Baca juga :  Total Kasus Positif Capai 79, Gugus Tugas Fokus Tekan Sumber Risiko Baru

Dia merinci, ke-14 desa/kelurahan yang mencatat penambahan kasus caru yakni Desa Sumerta Kaja (enam orang), disusul Kelurahan Padangsambian dan Desa Padangsambian Kaja (masing-masing empat orang), Dangin Puri Kangin (tiga orang), Desa Tegal Harum dan Kelurahan Sumerta (masing-masing dua orang), sedangkan Desa Kesiman Kertalangu, Desa Sumerta Kelod, Desa Pemogan, Desa Dangin Puri Kelod, Kelurahan Sanur, Kelurahan Pemecutan, Desa Dangin Puri Kauh dan Desa Dauh Puri Kaja, masing-masing seorang. Sebanyak 29 desa/kelurahan tidak mencatat penambahan kasus baru.

Secara kumulatif kasus positif hingga kini tercatat 2.023, pasien sembuh mencapai 1.745 (86,26 persen), meninggal dunia sebanyak 34 orang (1,68 persen) dan yang masih dirawat sebanyak 244 orang (12,06).

Baca juga :  Kebakaran di Jalan Kembang Matahari Hanguskan Dua Toko dan Mobil CRV

Di tempat terpisah, GTPP Covid-19 Jembrana, Minggu mengumumkan hanya seorang positif covid-19. Dengan tambahan itu, di Jembrana hingga kini tercatat ada 200 kasus. Jubir GTPP Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan kasus ke-200 itu berasal dari Pendem, Kecamatan Jembrana. Dia wanita usia 53 tahun, yang demam, dan punya gejala anosmia ( hilang pembau) serta penyakit penyerta kencing manis. Pasien itu kini ditangani di RSU Negara. Mengenai pasien sembuh di Jembrana secara kumulatif sebanyak 154, pasien meninggal dunia lima orang. Terakhir, RSU Negara memulangkan dua pasien covid -19 usai dirawat dan dinyatakan sembuh. (eka/wit)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini