Memeratakan Ekonomi, Kedonganan Libatkan 150 Warung Eceran

0
4
Picsart 09 14 03.36.30
SAMBUT GALUNGAN - Pembagian daging babi dan kupon belanja yang dilaksanakan LPD Kedonganan dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Kuta, DenPost

Sebagai bagian dari upaya menggairahkan ekonomi krama yang selama enam bulan terakhir ambruk karena pandemi covid-19, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kedonganan menggandeng 150 warung eceran lokal dalam programnya.
Seperti dalam program pembagian daging babi dan pembagian kupon belanja serangkaian Hari Raya Galungan yang dilaksanakan, Senin (14/9/2020).

Ketua LPD Kedonganan, I Ketut Madra, memaparkan, dengan berbelanja di warung-warung lokal, diharapkan perekonomian krama adat bisa berdenyut lagi. Hal ini, kata Madra, sebagai implementasi konsep sagilik-saguluk salunglung sabayantaka dalam masyarakat Bali.
Madra menjelaskan ada 150 warung milik krama adat yang diikutkan dalam program kupon belanja LPD Kedonganan ini. Warung-warung eceran itu merupakan nasabah LPD Kedonganan.

Baca juga :  Diduga Menjambret, Pria asal Palestina Digerebek di Kosnya

Lebih lanjut dikatakan, program kupon belanja di warung lokal ini bertujuan untuk membuka peluang bagi warung-warung lokal milik krama sekaligus memeratakan rezeki di masa pandemi.
Meski masih dalam situasi pandemi covid-19, pihaknya tetap melanjutkan program berbagi daging babi atau mapatung menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Pembagian daging babi kepada krama dan nasabah dilaksanakan di areal depan Kantor LPD tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes).

“Yang baru, selain daging babi, krama dan nasabah LPD Kedonganan juga menerima beras dan kupon belanja (voucher) yang bisa dipakai berbelanja kebutuhan pokok di warung-warung lokal,” bebernya.
Tiap krama dan nasabah, lanjut dia, menerima masing-masing 3 kg daging babi, voucher belanja senilai Rp 50.000 serta beras 10 kg untuk krama ngarep dan 5 kg untuk nasabah krama tamiu.
“Biasanya kami berikan uang bumbu. Kali ini, kami ganti dengan voucher belanja di warung lokal milik krama Kedonganan,,” imbuhnya.

Baca juga :  Jurnalis di Kutsel Dapat Bantuan Masker

Penerima daging babi dan kupon belanja merupakan krama mipil atau krama ngarep (warga adat) yang memiliki saldo mengendap minimal Rp 200.000. Sementara untuk nasabah krama tamiu (warga pendatang beragama Hindu yang tinggal di Kedonganan) dan tamiu (warga pendatang non-Hindu), baru bisa mendapatkan daging babi dan kupon belanja apabila memiliki saldo tabungan minimal Rp 10 juta atau deposito lebih dari Rp 50 juta.
“Jika nasabah krama ngarep, krama tamiu dan tamiu memiliki tabungan atau deposito lebih dari Rp 200 juta, akan mendapatkan tambahan parsel,” ujarnya.

Baca juga :  Pantau Aliran Kepercayaan Menyimpang, Badung Bentuk Tim Pakem

Lebih jauh jelas Madra, kupon belanja untuk nasabah krama ngarep bisa dibelanjakan di warung-warung lokal di Kedonganan. Sementara kupon belanja untuk nasabah krama tamiu dan tamiu bisa digunakan di Tekad (Tenten Krama Desa Adat Kedonganan) yang baru dibuka 9 September 2020 lalu.
“Kupon belanja bisa digunakan mulai 14 September hingga 14 Desember 2020,” imbuh dia. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini