Warga Takut Berobat ke RSUD Klungkung, Suwirta Lakukan Ini

0
5
Picsart 09 14 04.23.38
CEK RSUD - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengecek ketersediaan tempat tidur pasien covid-19 di RSUD, Senin (14/9/2020).

Semarapura, DenPost

Kerap menerima laporan terkait ketakutan masyarakat berobat ke RSUD Klungkung karena khawatir tertular virua corona, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, tak diam saja. Senin (14/9/2020), Suwirta berkunjung ke RSUD Klungkung untuk mengecek perkembangan, sekaligus mengecek jumlah bad atau tempat tidur yang tersedia untuk perawatan pasien covid-19.

Kehadiran Suwirta disambut Kepala Bagian Pelayanan Keperawatan, Desak Sriyoni dan sejumlah pegawai RSUD. Sriyoni menyampaikan, kalau saat ini jumlah tempat tidur di ruang isolasi untuk pasien covid-19 belum penuh. Dari 66 tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi baru terisi 46 pasien sehingga  masih tersisa 20 tempat tidur.

Baca juga :  Stok Darah di Klungkung Menipis, Suwirta Ajak ASN Donor Darah

Dengan kondisi tersebut, Suwirta berharap jumlah pasien akan terus menurun. Di tengah situasi pandemi covid-19 ini, bupati Suwirta meminta manajemen rumah sakit menciptakan suasana nyaman dan aman bagi masyarakat. Karena pihaknya mengaku sering mendapat laporan dari masyarakat yang takut berobat ke rumah sakit karena adanya covid-19.

Karenanya Suwirta  mendorong pihak manajemen RSUD untuk membuat iklan layanan masyarakat yang menggambarkan suasana RS yang aman dan nyaman sehingga masyarakat tidak takut berobat ke RSUD Klungkung. Selain itu, Suwirta juga meminta agar keselamatan dan kesehatan para petugas medis dan manajemen RS  tetap harus diutamakan.

Baca juga :  Capaian Tertinggi, Bali Terima Penghargaan Partisipasi Sensus Online 2020

“Penerapan protokol kesehatan dan penggunaan APD wajib dilakukan serta selalu menjaga kebersihan area RSUD.  Jangan sampai RSUD menjadi klaster penyebaran covid-19,” pintanya.

Selain memantau ketersediaan ruang isolasi, Suwirta juga memeriksa sistem informasi basis data pasien covid-19 dan sejumlah aplikasi yang digunakan manajemen rumah sakit.

“Pengembangan lebih lanjut tentang sistem informasi database pasien covid- 19 juga sangat perlu dilakukan agar data bisa benar-benar akurat dan gampang diperoleh saat diperlukan dalam membuat keputusan,” pungkasnya. (119)

Baca juga :  50 Ekor Babi Mati Mendadak, Peternak di Karangasem Waswas

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini