Pekan Kedua Penerapan Pergub 46/2020, Satpol PP Kedepankan Pembinaan

0
3
Pekan Kedua Penerapan Pergub 46/2020,  Satpol PP Kedepankan Pembinaan
CEK PROKES - Satpol PP Bali mengecek penerapan prokes di sekitar Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar. (DenPost/ist)

Sumerta Klod, DenPost

Penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No.46 Tahun 2020 memasuki pekan kedua. Dibanding pekan pertama, pekan ini penindakan terhadap pelanggar mengedepankan pembinaan. Hal itu berdasarkan data Satpol PP Provinsi Bali.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Rai Darmadi menyebutkan pekan kedua penerapan Pergub No.46 bertepatan dengan hari raya Galungan pada Rabu (16/9/2020). “Kami berikan toleransi saat Galungan. Kamis hanya melakukan pemantauan,” ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Baca juga :  Pandemi Covid-19, Tahun Ajaran 2020/2021 SMA/SMK Tetap Sesuai Jadwal

Berdasarkan data yang ditunjukkannya, penerapan Pergub No.46/2020 pada pekan kedua ini lebih mengedepankan pembinaan dibandingkan denda. Sejak 4 September hingga 20 September, tercatat 24 pelanggar yang didenda dan 67 pelanggar dibina.

Untuk pelanggar yang didenda, paling banyak dilakukan di wilayah kerja Satpol PP Provinsi Bali yakni sebanyak 13 pelanggar. Di Tabanan dua pelanggar, di Jembrana enam pelanggar dan Buleleng tiga pelanggar. Sedangkan pembinaan paling banyak dilakukan di Karangasem sebanyak 36, Jembrana 16, dan Buleleng 15 pelanggar yang didenda.

Baca juga :  Bali Setop Rapid Test Gratis

Berdasarkan data itu, jumlah pelanggar pada pekan kedua menurun dibanding pekan pertama. Pada pekan pertama, penegakan dilakukan dengan menerapkan denda. Di wilayah kerja Satpol PP Provinsi Bali, petugas mendenda 37 pelanggar, di Denpasar 34 pelanggar, di Badung 33 pelanggar, di Tabanan 11 pelanggar, dan Jembrana 5 pelanggar.

Pelanggar paling banyak yakni di Buleleng yang mencapai 43, Gianyar dan Klungkung nihil, Bangli 15, dan Karangasem 19 pelanggar.

Baca juga :  Bangunan Pasar Amlapura Bikin Pedagang Minder, Ini Penyebabnya

Dewa Dharmadi menyebutkan, penerapan Pergub ini sejatinya bertujuan melindungi masyarakat dari penularan covid-19. “Kami juga tetap mengedepankan hati nurani dalam menegakkan aturan. Kalau pelanggarnya orang tua yang memang minim informasi, kami tentu akan edukasi. Kalau mahasiswa atau pekerja, maboya (membandel) namanya,” tandasnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini