Koster Dapat Apresiasi dari Petani Arak

0
11
Picsart 09 20 07.19.32
CICIPI ARAK - Gubernur Koster, saat mencicipi arak Karangasem.

Amlapura, DenPost

Sahnya Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata kelola produksi arak mendapat apresiasi dari petani arak Karangasem. Melalui tatap muka bersama puluhan petani arak Karangasem bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, Minggu (20/9/2020), di La Grande, Tirtagangga, Kecamatan Abang, Karangasem, Koster mendapat apresiasi atas kemampuannya menyelamatkan petani arak. Khususnya penyelamatan secara legalitas pemasaran, yang dulu harus “kucing-kucingan” bersama petugas keamanan, namun kini justru semakin dikenal.

Hal tersebut diungkapkan salah satu petani arak asal Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem, Nengah Budiasa. “Dulu dalam produksi sekalipun kami tak tenang. Takut digrebek petugas. Pas kirim juga kami takut, takut disita. Tapi sekarang kami tenang tidak kucing-kucingan lagi,” jelasnya.

Baca juga :  Melirik Potensi Ubi Aung, Lahan 3 Are Bisa Hasilkan Rp 7 Juta

Tak hanya itu, Budiasa menambahkan imbas dari legalitas ini juga berdampak dari segi naiknya harga. “Karena sudah legal, dulu harganya 400 ribu per 30 liter, sekarang sudah naik menjadi 600 ribu. Saya mengucapkan terimaksih pada Bapak Gubernur Koster telah memperjuangkan petani kecil, seperti kami,” ungkapnya.

Diperjuangkan dan terus dipromosikan Gubernur Koster, petani mengaku meski di masa pandemi, tak berpengaruh pada penjualan. “Tetap sama seperti sebelum pandemi. Apalagi Pak Koster terus mempromosikan sebagai penambah daya tahan tubuh,” imbuhnya lagi.

Baca juga :  Senderan di Jalan Selat-Rendang Amblas

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengaku sebenarnya telah berencana memperjuangkan petani arak sebelum mencalonkan diri sebagai gubernur. Sebab sebagian besar warga, khususnya di Karangasem menggeluti profesi sebagai petani arak, yang mana harus diperjuangkan untuk dapat bertahan hidup. “Saya masih ingat sebelum menjadi calon ada 10 orang petani yang bertemu memohon perlindungan. Sebab mereka sering dikejar-kejar petugas karena tak ada yang melindungi para petani arak,” ungkapnya.

Baca juga :  Atasi Kebosanan Warga, Kadis Pertanian Karangasem Lakukan Ini

Sejak saat itu, Koster berkomitmen ingin memperjuangkan kearifan lokal ini.

Namun pihaknya berharap, agar tak sampai pergub legalitas arak ini disalahgunakan. “Ingat, ini peraturan tata kelola minuman. Jadi yang diatur tata kelolanya agar terkontrol. Bukan berarti bisa dipakai mabuk-mabukkan ya tetap ditindak hukum,” ungkap Koster. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini