Tak Disiplin, OTG Disiapkan Hotel

0
15
Picsart 08 23 07.40.18
ISOLASI - Hotel Jimbarwana menjadi salah satu tempat karantina pasien positif covid-19 di wilayah Jembrana.

Sumerta Klod, DenPost

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali harus menambah satu hotel untuk tempat karantina pasien positif covid-19. Hotel itu yakni Ibis Cabang Kuta, Badung, yang berkapasitas 300 kamar. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, menyebutkan, hotel ini diperuntukkan bagi pasien positif covid-19 yang tak bergejala alias orang tanpa gejala (OTG), atau pasien dengan gejala ringan. “Sore ini akan diaktivasi,” ujarnya, Senin (21/9/2020). Dia menyebutkan, langkah ini dilakukan untuk menyikapi isolasi mandiri yang tidak disiplin.

Dari pemantauan di lapangan, kata dia, lingkungan keluarga menjadi klaster baru penularan covid-19, dan sangat mengkwatirkan. Itu disebabkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan rumah masih rendah. Dia juga menyebutkan, banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker saat bersama keluarga maupun kerabat.

Baca juga :  Soal Permenkes 64, BPJS Sebut Pemerintah Tetap Berikan Subsidi

“Ada kecenderungan karantina mandiri di rumah relatif tidak disiplin terhadap prokes (protokol kesehatan). Rasa kekeluargaan yang mendalam membuat anggota keluarga yang lain datang jenguk, padahal berisiko,” ungkapnya. Selain di lingkungan keluarga, penularan juga kerap muncul di lingkungan kantor.

Itu disebabkan karena sering dilakukan rapat secara tatap wajah. Salah satu aktivitas yang berisiko dalam rangakian rapat adalah saat makan bersama. “Saat makan, tentu jaraknya akan dekat. Pada saat makan, dipastikan kita buka masker, saat itu potensi penularan covid-19,” ungkapnya.

Baca juga :  Senin, Bus Teman Kita Diluncurkan di Denpasar

Kondisi ini, kata dia, bisa ditoleransi dengan mengedepankan protokol kesehatan serta protokol Ventilasi, Durasi dan Jarak (VDJ). “Untuk klaster kantor, sangat tepat langkah yang diambil Gubernur, yakni 25 persen bekerja dari kantor dan 75 persen bekerja dari rumah. Bali kan sudah menerapkan pemerintahan digital, jadi work from home tidak ada kendala, pekerjaan tetap lancar,” ujarnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini