779 OTG Potensi Tularkan Covid-19 di Denpasar

0
11
Picsart 09 22 06.25.41
RAPAT VIRTUAL - Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, saat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, dengan menggelar rapat virtual melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2020).

Dauh Puri Kaja, DenPost

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, mengharapkan peran satuan tugas (Satgas) tidak saja melakukan penanganan dan sosialisasi, namun juga penanganan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Denpasar. Karena dari data yang ada, terdapat 779 OTG di Kota Denpasar yang berpotensi pada penularan virus corona ke warga lainnya.

Hal itu dikatakan Rai Mantra, saat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, dengan menggelar rapat virtual melalui zoom meeting dengan seluruh perbekel, lurah, bendesa adat, Majelis Desa Adat (MDA) dan anggota gugus tugas di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (22/9/2020).

Evaluasi penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, juga menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, serta Instruksi Mendagri dan Pergub No. 46 tahun 2020

Baca juga :  Jaga Psikologi Siswa, Guru Tak Usah Kejar Target

Ditambahkan Rai Mantra, satgas wilayah banjar dapat melakukan pengawasan dan monitoring terhadap masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta memutus penularan Covid-19.

Pihaknya juga menekankan kepada seluruh gugus tugas penangan Covid-19 dari tingkat desa, kecamatan hingga kota melaksanakan percepatan penangan Covid-19 sesuai Instruksi Presiden RI, Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Gubernur Bali. “Kami memberikan apresiasi kepada seluruh satgas dari tingkat desa hingga kota yang telah bekerja maksimal dalam usaha mempercepat penurunan angka penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Instruksi Presiden RI ini, Rai Mantra meminta seluruh satgas dapat meningkatkan kembali kegiatan penanganan yang melibatkan peran PKK banjar, desa hingga kecamatan dan kota, di sampaing melibatkan peran posyandu, jumantik, karang taruna, seka teruna maupun kelompok masyarakat. “Kami minta kepada perbekel/lurah, camat dan bendesa adat untuk dapat mengakumulasi kembali peran kelompok-kelompok masyarakat yang ada di setiap wilayah secara bersama-sama bergerak melanjutkan edukasi dan sosialisasi di rumah tangga atau lingkungan,” ajaknya.

Baca juga :  Usut Berkumpulnya Puluhan Orang di Kampung Jawa Saat PKM, Polisi Periksa Tujuh Orang Pemuda

Ditambahkan Rai Mantra, pada Instruksi Presiden RI dalam bekerja hendaknya selalu melihat data sebaran kasus. Dalam pengambilan keputusan terapkan strategi intervensi berbasis lokal dan strategi pembatasan berskala lokal, sehingga penangannya lebih detai dan fokus. Di samping itu, pemerintah harus terus bekerja keras meningkatkan angka kesembuhan dan juga harus terus menurunkan angka kematian. “Poin Instruksi Presiden RI tersebut dapat menjadi acuan kita dalam mengambil keputusan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Terlebih dalam instruksi tersebut, kita bersama dari satgas yang ada telah sempat kita laksanakan berbasis lingkungan banjar, sehingga langkah ini dapat terus kita tingkatkan yang nantinya mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Baca juga :  1 Juli, Pencetakan Dokumen Adminduk Gunakan Kertas HVS Putih

Lebih lanjut disampaikan Rai Mantra, pola Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dari setiap wilayah lingkungan banjar yang sempat terlaksana menjadi salah satu acuan pemerintah pusat dalam penanganan penyebaran Covid-19, sehingga langkah-langkah melibatkan peran lokal yang telah terlaksana di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan dan nantinya mengakomodir laporan yang akan dijadikan bahan pelaporan ke pemerintah pusat. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini