Hari Raya Kuningan, Harga Pacah Tembus 40 Ribu Per Kilogram

0
7
Picsart 09 25 03.10.08
PACAH - Petani bunga di Desa Sibang Gede saat melakukan panen bunga pacah.

Mangupura, DenPost

Harga komoditi bahan upacara menjelang hari raya Kuningan cukup membuat ibu rumah tangga di Bali harus menguras isi dompet. Salah satunya adalah harga bunga pacah yang mengalami kenaikan harga.
Bahkan, sebelum di Rari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (26/9/2020) harga bunga pacah mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya.

Hal itu pun dikatakan petani bunga, Ni Made Murdani (40) saat ditemui di kebunnya, Jumat (25/9/2020). Petani bunga pacah asal Banjar Bantas, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung  itu mengungkapkan, sebelumnya harga bunga Rp 35 ribu per kilogram. “Harga bunga itu sesuai kondisi bunga,” ungkap Made Murdani.

Baca juga :  Tekan Penyebaran Covid-19, Parwata Minta Satgas Lebih Serius

Wanita yang arab disapa Men Lala itu mengatakan, harga bunga pada saat Galungan tidak sama dengan Kuningan. Sebelum Galungan, harga bunga lebih murah yakni di angka Rp 25 sampai Rp 30 per kilonya. ”Ini saya jual langsung ke Pasar Mengwi, termasuk juga Pasar Sibang Gede,” jelasnya.

“Sudah biasa itu pak, biasanya usai hari raya harga bunga pasti menurun. Bahkan bisa mencapai Rp 15 ribu per kilonya,” kata Men Lala.

Baca juga :  Warung Makan di Sangeh Tak Layani Makan di Tempat

Dia mengakui, di tengah pandemi covid-19 ini, di wilayah Desa Sibang Gede banyak masyarakat yang menanam bunga pacah. Hal itu lantaran bisa dipetik setiap hari, sehingga dipastikan bisa menghasilkan uang setiap hari pula.

“Biasanya kan beberapa yang menanam bunga di sini, namun kini banyak lahan pertanian di tanami bunga pacah, karena bisa panen setiap hari. Bahkan dari tanam, tiga bulan lamanya sudah bisa panen langsung,” bebernya. (115)

Baca juga :  Badung Akan Dapatkan Bantuan 1 Unit Alat PCR

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini