Diduga Depresi, Seorang PNS di Klungkung Tewas Gantung Diri

0
14
Picsart 09 28 07.56.42
EVAKUASI - Petugas ketika melakukan evakuasi jenasah Komang Wijaya (37), yang gantung diri di sebuah bangunan yang belum selesai di depan rumahnya di Jalan Rama, Senin (28/9/2020).

Semarapura, DenPost

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), I Komang Wijaya (37), alamat Jalan Dewi Sartika Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Senin (28/9/2020) dini hari. Pria yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) ini ditemukan tewas gantung diri di sebuah bangunan rumah yang belum selesai di depan rumahnya di Jalan Rama, Lingkungan Lebah, Kelurahan Semarapura Klod Kangin. Dugaan sementara, Komang Wijaya nekat bunuh diri karena depresi akibat sakitnya tidak kunjung sembuh.

Kematian tragis Komang Wijaya pertama kali diketahui istrinya, Ni Luh Yulianti (20) sekitar pukul 02.00 Wita. Kejadiannya berawal ketika Wijaya tidak pulang ke rumahnya Minggu (27/9/2020) malam. Hal ini kemudian membuat istrinya, Yulianti curiga hingga mencarinya ke rumah orang tuanya di Jalan Kebo Iwa, Lingkungan Bucu, Kelurahan Semarapura Tengah sekitar pukul 23.30 Wita. Namun ketika dicari ke rumah orangtuanya, Wijaya tidak ada.

Baca juga :  Dua Begal Ditembak Saat Nongkrong di Jalan Gajah Mada

Karena tidak ada, Yulianti bersama mertuanya, I Nyoman Suenten (58) yang juga berstatus PNS kemudian mencarinya di sekitar rumahnya di Jalan Rama. Setelah melakukan pencarian, Yulianti kemudian berinisiatif mencari suaminya di sebuah bangunan rumah yang belum selesai di depan rumahnya menggunakan senter HP. Setelah disenter alangkah kagetnya dia melihat suaminya meninggal dengan posisi leher tergantung menggunakan kain kamen motif batik di salah satu sudut bangunan.

Baca juga :  Krisis Air Bersih di Dawan Meluas

Yulianti kemudian memberitahukan hal itu kepada mertuanya dan meneruskan informasi tersebut ke Polres Klungkung. Petugas yang mendapat laporan kemudian turun melakukan olah TKP dan menurunkan jenazah korban dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD). Dari pemeriksaan luar oleh unit Identifikasi Polres Klungkung tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban (Wijaya), mulutnya menjulur keluar, air mani dan tinja keluar yang merupakan ciri-ciri murni korban gantung diri,” ujar Kapolsek Klungkung, Kompol Nyoman Suparta.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Luncurkan Garam Beryodium Kusamba ke Pasaran

Menurut Suparta, korban diduga gantung diri karena depresi akibat sakitnya tidak kunjung sembuh. Selama ini dari keterangan istrinya, korban tidak menunjukkan prilaku yang aneh. Tapi berdasarkan keterangan orangtuanya, korban ketika di bangku SMA sudah pernah masuk RS Jiwa di Bangli. “Kuat dugaan korban gantung diri karena sakitnya tidak kunjung sembuh,” ujar Kapolsek, Suparta. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini