Bawaslu Bubarkan Deklarasi Relawan Arta-Diar di Kedisan

0
5
Picsart 09 28 07.39.58
DEKLARASI - Suasana rumah tempat kegiatan deklarasi relawan paslon 2 yang dibubarkan bawaslu. DenPost/ist

Bangli, DenPost

Bawaslu Bangli membubarkan
deklarasi relawan paslon No. 2 (Sedana Arta – Wayan Diar) di rumah salah satu warga di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Minggu (27/9/2020) malam. Pembubaran itu terpaksa dilakukan lantaran diduga melanggar jadwal kampanye.

Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Purna, saat dimintai konfirmasi, Senin (28/9/2020) menyebutkan, sesuai konfirmasi ke pemilik rumah, diakui pertemuan tersebut akan diisi pengukuhan relawan. “Pihak penyelenggara mengakui kegiatan tersebut adalah pengukuhan relawan paslon 2,” katanya.

Awalnya dirinya mendapatkan informasi dari warga yang menyebutkan adanya pergerakan massa di salah satu rumah warga di Desa Kedisan. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lokasi, kemudian ditemukan puluhan orang bergerak menuju rumah oknum politisi tersebut.

Baca juga :  900-an Karyawan Hotel dan Restoran di Bangli Dirumahkan

Hari itu sejatinya merupakan jadwal kampanye Paslon No 1, jadi bukan jadawal Paslon 2. Karena itu, kegiatan apapun termasuk pengukuhan relawan, sudah dianggap melanggar. Dan, pihaknya langsung melakukan pencegahan agar kegiatan tersebut tidak terlaksana. Bila kegiatan sampai berjalan, maka konsekuensinya penyelenggara maupun tim pemenangan bisa diseret ke pidana. “Kita beruntung sebelum kegiatan terlaksana telah mendapatkan informasi, sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan pembubaran kegiatan,” katanya.

Baca juga :  Giliran Sesari Pura Dalem Agung Kayubihi Digasak Maling, Ternyata Ini Pelakunya

Dalam acara itu, kata dia, sejatinya sempat ada tawar-menawar antara tim relawan dengan pihak Bawaslu, yang saat itu juga didampingi pihak kepolisian, TNI dan tim lainnya. Di lokasi, pihaknya juga menemukan adanya kehadiran anak-anak sementara di sisi lain penerapan prokes juga belum maksimal, khususnya soal jaga jarak.

Lebih lanjut dikatakan Purna, tim relawan saat itu meminta kebijakan agar kegiatan bisa terlaksana. Dengan dalih kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin yang dilakukan oknum warga Kedisan saat Umanis Kuningan. Mereka juga minta opsi agar kegiatan bisa jalan, dengan mencabut atribut paslon yang terpasang di lokasi. “Kita tidak mau tawar-menawar, yang jelas acara tersebut telah melanggar aturan. Makanya, kita minta penyelenggara untuk membubarkan acara, bila tidak tentunya pihaknya akan mengambil langkah lain dengan melakukan koordinasi dengan Polres dan Dandim Bangli untuk melakukan pembubaran,” katanya. (128)

Baca juga :  Dekati Suwirta, Golkar Ngaku Dukung Kebijakan Pro-Rakyat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini