TMMD Jadi Ajang Sosialisasi Penerapan Prokes

0
7
Picsart 09 28 09.22.42
TMMD - Pengerjaan fisik subak yang menjadi sasaran TMMD di Desa Kesiman Kertalangu, Dentim, Senin (28/9/2020).

Kesiman, DenPost

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) turut menjadi media menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes). Para tentara dan warga setempat dalam gelaran yang digelar Kodim 1611/ Badung diwanti-wanti menerapkan prokes dalam kegiatan pembangunan dan kehidupan sehari-hari.

“Ya, penggunaan masker juga akan terus diingatkan. Penerapan prokes akan jadi evaluasi di TMMD. Jangan sampai ada klaster (penularan Covid-19) TMMD,” ujar Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD 109, Brigjen TNI Maryono, saat meninjau sasaran TMMD di Banjar Kertajiwa, Kesiman Kertalangu, Dentim, Senin (28/9/2020).

Baca juga :  Soal Wacana Belajar di Sekolah, Disdikpora Tunggu Instruksi Resmi

Langkah tersebut, dilakukan agar esensi TMMD sebagai wujud dukungan TNI untuk menyejahterakan masyarakat desa tetap tersampaikan saat pandemi Covid-19. Selain mengingatkan disiplin menerapkan prokes, dia juga menyemangati para tentara yang bertugas dalam pembangunan. “Tetap semangat ya,” seru Waryono, yang dijawab tegas dengan sikap sempurna oleh para tentara.

Maryono menyebutkan, TMMD 109 ini menyasar sasaran fisik dan edukasi. Secara fisik, dilakukan pembangunan akses jalan, perabatan jalan hingga bedah rumah. Selain memudahkan mobilisasi masyarakat menuju sawah dan pemukiman, akses yang dibuat ini juga mendukung pengembangan objek wisata edukasi subak.

Baca juga :  Positif Corona Meningkat, Warga Luar Diminta Tak ke Denpasar

Sementara Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, Made Suena, menyebutkan objek wisata edukasi subak diprediksi rampung pada awal 2021. Kata dia, Kesiman Kertalangu merupakan salah satu desa yang didorong Pemerintah Kota Denpasar untuk mempertahankan sektor pertanian, khususnya persawahan. Selain menjadi paru-paru Kota Denpasar, hal itu juga untuk melindungi lahan hijau dari alih fungsi lahan yang kebablasan.

“Kesiman Kertalangu dulu di-SK-an oleh Walikota Puspayoga. Lahan pertanian kami seluas 80 hektar itu, menjadi Desa Budaya Kertalangu. Lalu kami berinovasi juga melalui Desa Wisata Edukasi Subak ini,” ungkapnya.

Baca juga :  Dua Pekan, 70 Penjahat Dijebloskan ke Ruang Tahanan

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, menyebutkan TMMD sejalan dengan pemajuan masyarakat desa. Kata dia, warga dapat memanfaatkan akses itu untuk mobilitas ke sawah, pemukiman, objek wisata hingga arena berolahraga. “Dengan adanya akses ini, petani lebih mudah untuk mobilisasi. Akses itu menjadi sarana transportasi,” tandasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini