Pelajar SMK Tewas Gantung Diri di Pohon Manggis

0
8
Picsart 09 29 07.17.28
OLAH TKP - Petugas melakukan olah TKP kasus gantung diri di Peninjoan, Tembuku.

Bangli, DenPost

Kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli tahun ini nampaknya masih memprihatinkan. Hingga kini, angka kasus warga meninggal karena kesengajaan diri di bumi berhawa sejuk sudah mencapai angka 22 kasus.

Kasus terbaru ulah pati ini dilakukan seorang pelajar kelas 11 SMK bernama I Dewa Gede Aw (17), warga Banjar Kebon Kaja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Dewa Aw ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung pada batang pohon manggis di kebun milik orangtuanya, Selasa (29/9/2020) sekitar pukul 11.00 Wita.

Baca juga :  Belum Lengkapi Izin, Kapal Pengangkut PMI Terdampar di Karangasem

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, mengungkapkan peristiwa tragis berawal Dewa Ayu Puspawati (37), yang merupakan ibu kandung korban hendak mencari keberadaan anaknya tersebut. Pasalnya sedari pagi hingga pukul 10.00 Wita, anaknya belum terlihat di rumahnya. Saksi pun berinisiatif mencari korban di tegalan miliknya. Sekitar sejam kemudian, saksi sampai di tegalan tersebut.

Saksi sangat kaget karena mendapati putranya sudah tergantung di pohon manggis dengan menggunakan tali rapia warna biru. Saksi lalu balik pulang dengan tujuan meminta bantuan. Setiba di rumahnya dia melihat ada menantunya, I Wayan Sudianta (30). Mereka kemudian bersama-sama ke tegalan menurunkan korban dengan cara memotong batang pohon manggis tersebut.

Baca juga :  RSJ Buka Konsultasi Hotline bagi Masyarakat yang Depresi Pascacorona

Babhin yang mengetahui informasi itu langsung meneruskan ke Polsek Tembuku. Tindaklanjut dari itu, petugas melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Juga didatangkan petugas medis dari Puskesmas Tembuku II atas nama Ni Luh Putu Swastini. Dari visum luar yang dilakukan pada tubuh korban. Hasilnya ditemukan dari kemaluan korban keluar air mani dan tinja dari anus. Terdapat bekas jeratan di bagian leher dan tidak di temukan tanda tanda kekerasan pada bagian tubuh korban.

Baca juga :  Motor Anak Kos di Banjar Tegal “Dimutilasi”

“Hasil visum itu sesuai dengan ciri-ciri orang gantung diri. Karenanya sementara disimpulkan jika korban memang murni meninggal karena gantung diri. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan sehingga tak dilakukan otopsi,” jelas Sulhadi. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini