Diburu ke Banten, Polisi Gadungan Sembunyi di Rumah Istri Siri

0
10
Diburu ke Banten, Polisi Gadungan Sembunyi di Rumah Istri Siri
DITANGKAP - Tersangka kasus penipuan Eki Sugianto (41) ditangkap di Banten kemudian dibawa ke Polresta Denpasar.

Padangsambian, DenPost

Berbekal kartu tanda anggota (KTA) dan lencana polisi palsu, Eki Sugianto (41) mampu memperdaya sejumlah perempuan. Tak hanya di Denpasar, rupanya tersangka yang baru keluar penjara dalam kasus penipuan ini, juga menipu sejumlah perempuan di luar Bali. Tak hanya meniduri, tersangka asal Pekanbaru, Riau ini juga menguras harta benda para korbannya.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku baru beberapa bulan keluar dari penjara dan saat ini masih berstatus bebas bersyarat dari Lapas Pekanbaru. “KTA yang berisi tulisan berdinas di Polda Metrojaya dan lencana polisi itu dibuat di Pekanbaru,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Dewa Anom Danujaya, mengutip keterangan tersangka, Rabu (30/9/2020).

Baca juga :  Ruang Laundry Inna Bali Beach Terbakar

Selanjutnya, tersangka mengincar para wanita yang aktif bermain di media sosial, seperti facebook dan instagram. Kemudian, tersangka mengaku duda dan pura-pura berdinas sebagai anggota Polri, BIN dan BNN. “Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan KTA dan lencana saat video call dengan para korbannya,” beber Dewa Anom.

Menurut Dewa Anom, tersangka ditangkap berdasarkan laporan salah satu korbannya SS (46) yang tinggal kawasan Perum Graha Dewata Pemogan, Densel. Kronologis penipuan tersebut, berawal saat korban berkenalan dengan tersangka di instagram pada tahun 2019.

Baca juga :  Rapid Test, Satu PMI Asal Bangli Mengarah Positif

Mulanya tersangka mengaku sebagai anggota Polri dengan pangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi). Tergiur dengan rayuan tersangka, ahirnya di antara mereka terjalin hubungan khusus, meski keduanya belum pernah ketemu. Selanjutnya pada Maret 2020, korban diajak oleh tersangka untuk berbisnis sewa alat berat. “Selain anggota Polri, tersangka juga mengaku memiliki banyak rekanan bisnis, termasuk menggeluti usaha penyewaan alat berat,” katanya.

Atas bujuk rayu tersangka, korban berminat berbisnis dan sepakat mengirimkan uang secara bertahap mulai Mei sebagai uang muka pembayaran ekskavator dan membayarkan uang biaya perbaikan alat yang rusak serta biaya pengiriman alat berat melalui rekening sebesar Rp 35.000.000. “Selang beberapa hari kemudian, korban kembali mengirimkan uang untuk pelunasan sebesar Rp. 250.000.000,” katanya.

Baca juga :  UMKM dan Warga Taat Prokes, Ekonomi Cepat Pulih

Namun, setelah ditunggu beberapa bulan, alat berat tersebut tidak kunjung datang. Dan akhirnya korban melapor ke Polresta Denpasar awal Agustus 2020 lalu. Akhirnya, pada Jumat (18/9/2020), polisi berangkat ke Pekanbaru untuk melakukan penyelidikan. Namun tersangka sudah tidak ada karena dikabarkan telah kabur ke Banten. Pada Selasa (22/9/2020) tersangka ditangkap di rumah istri sirinya di Lebak, Banten. “Tersangka bersembunyi di kamar mandi. Lalu tersangka digelandang ke Polresta Denpasar,” imbuhnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini