Tekan Penyebaran Covid-19, Parwata Minta Satgas Lebih Serius

0
5
Putu Parwata
I Putu Parwata

Mangupura, DenPost

Angka kasus covid-19 yang sudah menembus 1.353 orang di Kabupaten Badung, membuat kalangan Dewan Badung angkat bicara. Ketua  DPRD Badung, I Putu Parwata, mendesak Satgas Covid-19 di daerah agar lebih serius melakukan upaya pencegahan virus tersebut dengan melibatkan pecalang atau petugas keamanan adat dalam melakukan pengawasan ketat terhadap orang yang masuk wilayah desa.

“Saya meminta Satgas Covid-19 Badung  melakukan klaster desa supaya lebih aman. Jadi dibuatkan variasi sebagai bentuk penaganan covid-19, dari tingkat satgas kabupaten disebar hingga klaster di desa. Kalau desa itu sudah menyentuh langsung masyarakat sehingga diberlakukanlah klaster di tingkat desa. Misalnya kalau di Desa Dalung tidak boleh keluar, ya tidak boleh keluar. Atau diberlakukan jam malam warung tutup jam 8, ya tutup jam 8 malam,’’ ujarnya saat dihubungi, Rabu (30/9/2020).

Baca juga :  Ngurah Rai Ditarget 37 Juta Penumpang

Parwata yakin, dengan dilakukan klaster per desa di seluruh Badung ini, penyebaran covid-19 akan turun dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19. “Contoh saja berlakukan jam malam di desa  yang tingkat zona merah covid-19 tinggi. Warung, rumah kos, pasar buka hingga jam 8 malam dan kita gerakkan komponen adat seperti pecalang untuk ikut berpartisipasi dalam menerapkan aturan jam malam ini, sehingga jika ada yang berkeliaran jam 8 malam langsung tegur. Dengan model ini saya yakin covid-19 turun, karena pemberlakuan jam keluar malam membatasi manusia untuk berkerumun,” paparnya.

Baca juga :  Pandemin Covid-19, “ Piodalan” Pura Taman Ayun “Nyejer” Sehari

Pihaknya berharap semua desa disasar untuk pembatasan tersebut.Untuk desa yang sudah zona merah, ia meminta satgas daerah bisa memberlakukan PSBB dan pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok. “Kalau satu desa yang masuk zona merah, harus kita lakukan lock down di satu desa itu aja dan pemerintah menjamin kebutuhan pokok masyarakat dan ini tanggung jawab satgas,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta pasien yang OTG wajib masuk karantina dan jangan diisolasi mandiri, sehingga para OTG covid-19 ini lebih disiplin dan tidak menularkan ke keluarga mereka yang ada di rumahnya. (115)

Baca juga :  Tanpa Suket Rapid Test, Dua Warga Lombok Dipulangkan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini