Pemindahan Karantina 10 Pasien Asal Buleleng Masih Dikoordinasikan

0
7
Picsart 07 27 07.02.04
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa.

Singaraja, DenPost

Terkait rencana pemindahan karantina 10 pasien covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (asimtomatik) ke Provinsi, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, selaku Sekretaris GTPP mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dimatangkan lagi. Termasuk belum siapnya pasien tersebut dibawa ke Denpasar untuk melakukan karantina terkoordinir. “Perlu dilakukan pendekatan lebih lanjut, Pemerintah Buleleng akan terus berupaya melakukan yang terbaik bagi kita semua,” ucapnya Rabu (30/9/2020) .

Sebelumnya, 10 orang pasien Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) dan bergejala ringan asal Kabupaten Buleleng, rencananya pada Selasa (29/9/2020) menjalani isolasi mandiri terpusat di hotel yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga :  Ini Jadwal Pembukaan DTW di Buleleng

Suyasa mengatakan, GTPP Covid-19 Buleleng telah melakukan koordinasi bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan para pemilik hotel yang terdapat di Buleleng terkait instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan isolasi terhadap pasien asimtomatik dan bergejala ringan di hotel. Namun dari pihak PHRI dan pemilik hotel belum bisa memastikan apakah bisa menerima atau tidak karena masih menunggu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dari Pemprov Bali. “Untuk hotel yang berbintang masih mempertanyakan SOP. Misalnya kalau ada yang terkonfirmasi terus dia melanggar, jalan-jalan keluar kamar menuju ke kamar lain itu sanksinya apa. Nanti khawatir pegawainya kena. Bisa ga itu diberikan sanksi tegas,” katanya.

Baca juga :  Tak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Pemkab Buleleng Siapkan Pembinaan

Sembari menunggu SOP dari provinsi, GTPP Covid-19 Buleleng sudah memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng untuk mengirim sementara 10 orang pasien yang sudah bersedia ke Hotel Ibis Kuta untuk menjalani isolasi. Secara resmi surat sudah dikirim. Nantinya, meskipun isolasi dilakukan di Buleleng, pembayarannya tetap dari Pemprov Bali. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini