Kondisi Pariwisata Bali Masih Berat

0
8
Picsart 10 04 07.22.38
MASIH SEPI - Kunjungan ke objek wisata masih relatif sepi, seperti terpantau di Pantai Balangan, Jimbaran.

Kuta, DenPost

Penerapan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, cukup berpengaruh pada kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) ke Bali dan Badung khususnya. Selain itu masa tinggal wisdom yang singkat berkisar 3 harian membuat kondisi pariwisata Badung masih berat atau terpuruk.

Kondisi ini diakui Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, IGN Rai Suryawijaya, yang dihubungi, Minggu (4/10/2020).

Suryawijaya memaparkan, semenjak dibukanya pariwisata domestik, kunjungan wisatawan ke Bali memang mulai menggeliat. Namun, diakuinya masih sangat jauh dari kondisi seperti sebelumnya. Di mana, tingkat hunian hotel rata-rata berkisar 5 persen. Berbeda dengan wisatawan mancanegara, masa tinggal atau lenght of stay wisatawan domestik relatif lebih singkat hanya berkisar 3 harian. “Kondisi inilah yang meberatkan pengusaha di sektor perhotelan. Sebab, jika acuvancy di bawah 40 persen, itu sudah pasti rugi,” ujarnya.

Baca juga :  Cegah Masyarakat Mudik, Seluruh Kendaraan Diperiksa Ketat

Kondisi ini menjadi semakin berat ketika di Jakarta diberlakukan PSBB. Sebab, pangsa pasar utama wisatawan domestik adalah Jakarta. Meski demikian, dia berharap nantinya Desember yang merupakan musim liburan kunjungan ke Bali akan mulai meningkat lagi seiring akan berakhirnya PSBB di Jakarta.

Di sisi lain, dia menegaskan kalau kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tetap yang menjadi harapan. Karena wisman inilah yang akan mengembalikan kondisi pariwisata. (113)

Baca juga :  Pariwisata Terpuruk, LPD Legian Bantu Sembako Krama Tiga Banjar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini