Bawaslu Badung Siapkan PTPS, Ini Syaratnya

0
6
Bawaslu Badung Siapkan PTPS, Ini Syaratnya
I Ketut Alit Astasoma

Mangupura, DenPost

Menjelang Pilkada Badung, 9 Desember mendatang, Bawaslu Kabupaten Badung mulai menyiapkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Pengawas ini nantinya bertugas di tiap TPS yang tersebar di 62 desa dan kelurahan se-Kabupaten Badung. Terkait hal itu, Bawaslu tengah melakukan rekrutmen pengawas.

Ketua Bawaslu Badung, I Ketut Alit Astasoma, Senin (5/10/2020) mengatakan, pengawas ini nantinya mengawasi langsung proses pemilihan di tingkat TPS. Baik itu proses persiapan, pemungutan suara hingga penghitungan suara di setiap TPS.

Rekrutmen PTPS tersebut, lanjutnya, sesuai Surat Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor: 0329/K.BAWASLU/HK.01.00/IX/2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Pengawas TPS Dalam Pemilihan 2020. “Pada Pelaksanaan Pilkada Badung Tahun 2020 kami buka rekrutmen sebanyak 997 orang,” terangnya.

Baca juga :  Ungasan Larang Tempat Kos dan Bedeng Terima Tamu

Jumlah tersebut sesuai perinciannya, yakni Kecamatan Abiansemal 208 PTPS, Kecamatan Kuta 77 PTPS, Kecamatan Kuta Selatan 187 PTPS, Kecamatan Kuta Utara 172 PTPS Kecamatan Mengwi 280 PTPS, dan Kecamatan Petang 73 PTPS.

Terkait persyaratan, Alit Astasoma menjelaskan, yakni Warga Negara Indonesia, pada saat pendaftaran berusia paling rendah 25 tahun. Kemudian setia kepada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Tiap calon pengawas diharapkan mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil. Lalu memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, ketatanegaraan, kepartaian, dan pengawasan pemilu. Berpendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat. “Pendaftar diutamakan berasal dari kelurahan/desa setempat dan mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” terangnya.

Baca juga :  Wabup Suiasa Pantau Penyaluran BST di Kecamatan Kuta

Selanjutnya, mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 tahun pada saat mendaftar sebagai calon Pengawas TPS. Mengundurkan diri jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau di badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar sebagai calon. Kemudian tidak pernah dipidana penjara selama 5 tahun atau lebih, dibuktikan dengan surat pernyataan. “Bersedia bekerja penuh waktu yang dibuktikan dengan surat pernyataan,” tegasnya.

Baca juga :  Dianiaya Sekelompok Pemuda Gara-gara Knalpot Brong

Selain itu, calon pengawas juga bersedia tidak menduduki jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah selama masa keanggotaan apabila terpilih. Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu. “Tak kalah penting bersedia melaksanakan pemeriksaan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau menggunakan surat keterangan bebas gejala seperti influensa yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau otoritas kesehatan dalam hal layanan rapid test atau RT-PCR tidak tersedia,” imbuhnya.

Pendaftaran dibuka selama 13 hari, yakni 3 s/d 15 Oktober 2020. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini