Penen Padi di Denpasar Melimpah

0
3
Picsart 10 07 03.52.23
PANEN – Petugas penyuluh lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kota Denpasar menyaksikan petani di Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara memanen padi.

Lumintang, DenPost

Di tengah pandemi covid-19, semangat bertani masyarakat di Denpasar cukup tinggi. Terbukti hasil hasil panen di 1.958 hektar sawah melimpah. Produktivitas panen padi di Denpasar juga cukup tinggi.

”Bantuan bibit padi dan pupuk yang kita berikan kepada petani semua sudah panen. Hasilnya rata-rata 8-10 ton per hektar dan harganya bervariasi,’’ kata Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, Rabu (7/10/2020).

Baca juga :  Pembagian Paket Konsumsi dan Sarana Kesehatan Diserbu Masyarakat

Menurut Ambara Putra, harga gabah paling mahal di subak Denpasar Selatan dan Denpasar Barat rata-rata Rp 350 ribu per are. Sedangkan di subak Denpasar Timur dan Denpasar Utara harga gabah rata-rata Rp 300 ribu per are. Produktivitas di subak Denpasar Barat 103 kwintal per hektar, Denpasar Utara 79,78 kwintal per hektar, Denpasar Selatan 74,43 kwintal per hektar dan Denpasar Timur 67,18 kwintal per hektar.

Baca juga :  Dit. Resnarkoba Polda Bali Beri Bantuan ke Warga Lanjut Usia dan Penggali Kubur 

Ambara Putra menjelaskan, luas lahan pertanian yang ada di Kota Denpasar 1.958 hektar, dengan masa tanam dua kali setahun. Hasil panen kedua tersebut sebanyak 148.177 ton gabah kering giling. Dengan demikian, beras yang dihasilkan antara 18.000 ton-20.000 ton setahun. ”Kami terus mendorong petani tidak menelantarkan lahannya. Bahkan, ada anak muda terjun menjadi petani menanam bawang merah dan hasilnya jauh mengalahkan hasil panen padi,’’ katanya. (103)

Baca juga :  PPDB di Tengah Pandemi, TI Global Tetap Pasang Target Normal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini