Ketua KPU Karangasem “Diadili” DKPP

0
3
Ketua KPU Karangasem “Diadili” DKPP
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem, Gede Krisna Adi Widana

Amlapura, DenPost

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karangasem, Gede Krisna Adi Widana, sudah menjalani persidangan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sejak Selasa (6/10/2020) lalu. Dihimpun dari informasi di lapangan, DKPP “mengadili” Krisna Adi Widana dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara, di Kantor Bawaslu Provinsi Bali.

Krisna dilaporkan  Bawaslu Kabupaten Karangasem karena diduga merangkap jabatan. Ketua Bawaslu Karangasem, Putu Gede Suastrawan mengungkapkan,  Krisna diduga menyalahi Pasal 21 ayat (1) huruf l Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU 7/2017).  “Kami menduga Ketua KPU Kabupaten Karangasem merangkap jabatan sebagai Penyarikan atau Sekretaris pada Organisasi Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem,” ungkap Suastrawan.

Baca juga :  Karangasem Gratiskan Langganan PDAM Selama Tiga Bulan

Suastrawan menyerahkan alat bukti berupa SK MDA Provinsi Bali Nomor 04/SK/MDA-Bali/IX/2020 tentang Pengurus/ Prajuru MDA Kabupaten Karangasem masa bakti peralihan 2019-2020. Di mana dalam surat terdapat tanda tangan Krisna dalam dokumen penerimaan honorium pengurus MDA Kabupaten Karangasem pada Januari-Maret 2020. Tak hanya itu, bukti percakapan via WhatsApp antara staf Sekretariat MDA Kabupaten Karangasem yang meminta tanda tangan surat kepada Krisna juga berhasil dilampirkan sebagai bukti oleh Bawaslu Karangasem.

Baca juga :  Bantuk Tim Kampanye, Giriasa Target Menang 90 Persen

Dari sumber terpercaya menyebutkan, tuduhan Bawaslu Karangasem tetap dibantah oleh Krisna. Krisna kukuh menyebutkan  telah mengundurkan diri dari kepengurusan MDA Kabupaten Karangasem pada 23 Agustus 2017, setahun sebelum ia menduduki posisi Ketua KPU Kabupaten Karangasem untuk periode 2018-2023.

Sementara itu, di tengah berlangsungnya tahapan Pilkada Karangasem, banyak pihak yang khawatir persidangan Ketua KPU Karangasem akan mengganggu tahapan.

Namun Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM KPU Karangasem, Deasy Natalia, menepis kekhawatiran itu. Ia menyatakan hal tersebut tak akan mengganggu tahapan. “Terkait kasus personal Ketua KPU, tak akan mempengaruhi tahapan pilkada yang telah berlangsung,” katanya.  (yun)

Baca juga :  Ditindak Karena Tak Bermasker Saat Nyetir, Warga Protes

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini