Triwulan Ketiga 2020, Bandara Hanya Layani 5,2 Juta Penumpang

0
4
Picsart 10 09 11.49.57
MASIH JAUH - Kunjungan via bandara Ngurah Rai jumlahnya masih jauh dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2019.

Kuta, DenPost

Sembilan bulan berjalan di tahun 2020, baru 5,2 juta penumpang pesawat udara yang tercatat keluar-masuk Pulau Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dari data yang dihimpun PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola pintu gerbang udara Pulau Dewata tersebut, sebanyak 5.223.099 penumpang terangkut melalui 43.703 pergerakan pesawat udara selama periode pencatatan dari bulan Januari hingga akhir September 2020.

Catatan tersebut jauh berada di bawah jumlah penumpang dan pergerakan pesawat pada periode yang sama di tahun 2019 lalu.
Di akhir triwulan ketiga 2019, tercatat sebanyak 17.844.690 penumpang dan 114.631 pergerakan pesawat udara terlayani oleh Bandara Ngurah Rai.

Baca juga :  BMW Tak Bertuan Bertahun-tahun Nongkrong di Bandara

“Secara umum, hingga triwulan tiga 2020 masih jauh dibandingkan dengan triwulan ketiga 2019. Perbandingannya, untuk penumpang selisih 12 juta penumpang atau turun 70%, sedangkan untuk pergerakan pesawat selisih hampir 71 ribu pergerakan, atau turun 62%,” ucap General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, pada Kamis (8/10/2020).

Walaupun grafik masih merah, namun di bulan September ini pihaknya masih mencatat adanya pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibandingkan dengan catatan di bulan Agustus.
Selama bulan September 2020, tercatat sebanyak 177.620 penumpang keluar masuk Bali melalui 2.580 pesawat udara. Dibandingkan dengan catatan di bulan Agustus, yaitu 174.462 penumpang dan 2.385 pergerakan pesawat udara, terdapat pertumbuhan masing-masing sebesar 2% untuk pergerakan penumpang, serta 8% untuk pergerakan pesawat udara.

Baca juga :  Badung Mulai Longgarkan Jam Operasional Toko Swalayan

“Secara umum, stagnasi pertumbuhan penumpang rute domestik di bulan September ini dominan dipengaruhi turunnya jumlah penumpang rute dari/ke Jakarta. Per tanggal 14 September lalu, mulai diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut praktis berdampak besar terhadap rute ini,” tandasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini