Penyidik Polda Bali Periksa Korban Dugaan Penyekapan

0
8
BERI KETERANGAN - Kuasa hukum bersama Hendra, Hadi (ayah Hendra), Djuni Japimin, dan Alvian Marko, usai diperiksa penyidik Ditkrimum Polda Bali, Jumat (9/10/2020) memberikan keterangan perihal kasus dugaan penyekapan di Jalan Batas Dukuhsari, Sesetan, Densel. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id
Penyidik Ditkrimum Polda Bali, Jumat (9/10/2020) memintai keterangan korban dugaan penyekapan di Jalan Batas Dukuhsari, Sesetan, Densel. Empat saksi yang diperiksa yakni Hadi (ayah Hendra), Hendra, Djuni Japimin, dan Alvian Marko (kedua nama terakhir adalah istri dan anak Hendra).

Selama pemeriksaan, keempat saksi didampingi penasihat hukum dari Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Bangli Justice, di antaranya I Ketut Bakuh, I Komang Mahardikayana, I Gede Bina, Kadek Dewantara Rata, Ketut Antara Putra, I Wayan Jayadi Putra, dan I Ketut Surya Agus Wijaya.

Ditemui usai pemeriksaan sekitar empat jam, Hendra mengaku sempat dikirimi surat pemberitahuan pemasangan papan pengumuman oleh Muhaji melalui Kantor Pengacara Togar Situmorang. ” Suratnya sudah saya sampaikan, tapi ini baru tahap klarifikasi,” terangnya.

Baca juga :  Bali Era Baru, Donor Darah Makin Bergairah

Ketut Bakuh menjelaskan materi pemeriksaan penyidik terkait dumas yang diadukan Hendra atas kasus dugaan perampasan kebebasan orang di rumah yang menjadi haknya. Hendra menempati rumah itu berdasarkan perjanjian hak sewa kontrak tanah sejak 12 Februari 2012 sehingga hak sewa tersebut harus dilindumgi undang-undang. Untuk materi pemeriksaan, masih seputar peristiwa yang terjadi pada saat penggembokan/ penyegelan. ” Selanjutnya, penyidik melakukan pendalaman untuk melihat siapa-siapa saja yang berperan dalam peristiwa tersebut sehingga akan terang, apa yang terjadi saat itu,”ujar Ketut Bakuh.

Baca juga :  Diperiksa, Pujiama Bantah Tanda-tangani Pernyataan Cabut Blokir dan Jual-Beli

Keempat saksi itu, lanjutnya, diperiksa secara terpisah dengan masing-masing sekitar 15 pertanyaan. “Pertanyaannya masih seputar peristiwa itu. Belum menyentuh soal hak karena masih menyelidiki peristiwa yang terjadi,” imbuh Ketut Bakuh.

Mengenai surat somasi khusus untuk Hendra, sempat ditanyakan penyidik tapi masih dilakukan penyelidikan mendalam, termasuk alat bukti rekaman. Penyidik akan meminta khusus ketika proses lebih lanjut.

Gede Bina menambahkan peristiwa itu nyata adanya. Hal itu menyangkut peristiwa hukum terhadap korban dimana hak korban dibatasi perbuatan yang substansinya peristiwa hukum berkaitan dengan hak kemerdekaan orang. Persoalannya bukan pada orang yang melakukan, tapi peristiwa hukumnya.

Baca juga :  Ngamuk dan Bawa Sajam, ODGJ Diamankan Satpol PP

“Perlu juga ditekankan, siapa pun yang melakukan ini tidak kebal hukum. Pengacara ada imunitasnya ketika berdasarkan itikat baik. Tapi di luar itu berkaitan pidana dan tidak sesuai peraturan, UU tidak sesuai dengan itikat baik, apakah ada pidana atau tidak polisi yg menjelaskan dalam sesuai prosedur?” terangnya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini