Bali Selatan Disebut Dibayangi Tsunami, Ini yang Harus Disiapkan

0
13
Picsart 10 10 05.07.28
PETA - Peta potensi gempa dan Tsunami di selatan Bali. 

Sumerta Klod, DenPost

Selain pandemi covid-19, Indonesia, termasuk Bali, saat ini dibayangi bencana alam gempa bumi dan Tsunami. Potensi ini mengacu kondisi alam bercuaca ektrem. Itu juga dikarenakan Indonesia berada di zona megathrus dan cincin api, sehingga gempa dan tsunami selalu dapat terjadi berulang.

“Beberapa waktu lalu bersama ITB (Institut Teknologi Bandung), potensi tsunami di selatan Jawa, bahwa dari catatan sejarah yang ada, ini kita lihat ada potensi yang berdampak ke Bali,” ujar Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Aam Abdul Muhari, Jumat (9/10/2020).

Itu dia sampaikan dalam sosialisasi protokol kesehatan secara virtual yang dihadiri Ketua BNPB, Letjen TNI Doni Monardo; Gubernur Bali Wayan Koster; Sekda Bali, Dewa Made Indra; Pangdam IX/ Udayana Mayjen Kurnia Dewantara dan Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.

Baca juga :  OTG, Istri Satpam Asal Guwang Dijemput Satgas

Kata Muhari, selain potensi yang datang dari selatan Pulau Bali, di Jawa segmen barat dan timur juga berpotensi terjadi Tsunami yang berdampak kepada Bali bagian selatan. Apabila terjadi bersamaan, diprediksi sekuat Tsunami Aceh yang terjadi pada 2004 silam.

“Kalau selatan Bali, dampak cukup luar biasa. Badung, Benoa dan Nusa dua terpapar parah, sebab Bali ini ada lehernya. Kalau gempanya dari selatan Bali, lehernya terendam. Ini harus diwaspadai,” ungkapnya. Mitigasi semakin penting lantaran menurutnya banyak jalan di Bali selatan tegak lurus dengan pantai.

Baca juga :  Pujawali di Pura Sakenan, Pamedek Diimbau Bersembahyang di Merajan atau Sanggah Masing-masing

Dalam kondisi Bali selatan yang padat dengan bangunan, dia menilai hal itu membuat pergerakan air semakin cepat ke permukaan saat Tsunami terjadi. “Karena aliran air akan melalui jalan yang bentuknya serupa lorong. Kita harus pikirkan dan siapkan adalah tempat evakuasi harus banyak,” jelasnya.

Apabila terjadi Tsunami di selatan Bali, lanjutnya, durasinya hingga potensi Tsunami terjadi mencapai 30 menit sampai 40 menit. Maka, evakuasi harus disesuaikan dengan durasi tersebut.

Baca juga :  Lagi, 1 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

“Maka, penting kalau kita rasakan gempa selama 20 detik, maka harus evakuasi. Biasanya gempa yang tidak disusul Tsunami hanya terjadi 7 detik sampai 15 detik. Ancaman lainnya selatan Bali, ada zona yang beberapa lama ke belakang tidak ada gempanya,” pungkasnya.

Terhadap potensi itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Made Rentin menyebutkan pihaknya rutin melakukan simulasi. Itu dilakukan untuk memastikan semua indikator dan kesiapan personel tetap berfungsi baik. Dia menyebutkan simulasi dilakukan setiap tanggal 26. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini