Tanpa Penonton, “Aci  Calonarang” Tebesaya Tetap Digelar     

0
6
Picsart 10 11 06.16.36
CALONARANG - Calonarang kajeng kliwon pusut yang digelar setiap 6 bulan di Tebesaya, Peliatan, Ubud, Gianyar.

Gianyar, DenPost

Tradisi pertunjukkan magis Calonarang setiap “nganem sasih” atau 120 hari yang biasanya dilangsungkan di margi agung atau jalan umum di Jaba Pura Dalem Puri, Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud, Gianyar tetap digelar, Minggu (11/10/2020).

Lantaran krama tidak berani mengabaikan aci penolak gering ini, Calonarang tetap digelar, namun dengan protokol kesehatan. Bahkan aci ini digelar tanpa penonton, namun hanya panitia. Demikian pula tempat, waktu hingga durasi pertunjukan pun terpaksa menyesuaikan, setelah pihak prajuru adat berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Gianyar.

Baca juga :  Polres Gianyar Launching Respon Cepat GSIS

Berbeda dengan sebelumnya, pertunjukan Calonarang yang dipersembahkan  secara rutin setiap enam bulan, pada redite kajeng kliwon kali ini digelar dengan sederhana. Mengingat, tradisi ini wajib digelar dan demikian juga protokol kesehatan tetap terjaga, seniman luar desa pun tidak dilibatkan. “Penabuh, penari dan lainnya dipersembahkan oleh seka teruna dan krama. Jadi kami tidak menampilkan seniman-seniman dari luar desa,” kata Kelian Banjar Tebesaya , I Gusti Ngurah Bajra.

Atas kondisi ini, pihaknya sudah menyampaikan permakluman kepada krama agarmelakukan persembahyangan aci ini dari rumah. Karena semua prosesi akan dilaksanakan oleh panitia. Termasuk penonton dibatasi, hanya dari panitia dan krama itupun yang hanya mendapatkan tugas. “Kami tidak membuat panggung khusus dan tempatnya pun kami pindahkan di jaba pura. Tapi pada puncak prosesi tetap dilaksanakan di jalan raya,” terangnya.(116)

Baca juga :  Jadi Klaster Corona, Toko Bangunan Ditutup Sementara

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini