Korban Penyegalan Minta Perlindungan Hukum ke Komnas HAM

0
3
Korban Penyegalan Minta Perlindungan Hukum ke Komnas HAM
MOHON PERLINDUNGAN - Hendra I(paling kanan) didampingi kuasa hukumnya, yang berkirim surat permohonan perlindungan hukum ke Komnas HAM. (DenPost/ist)

Denpasar, DenPost.id

Warga korban penyegelan rumah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Densel, Hendra, akan berkirim surat permohonan perlindungan hukum ke Komnas HAM. Tujuannya, perkara ini mendapat perhatian dan  hukum dapat ditegakkan secara benar.

“Rencananya kami mengirim surat ke Komnas HAM pada Senin (12/10/2020), karena ini berkaitan dengan hak azasi manusia” kata kuasa hukum Hendra, I Ketut Bakuh, Minggu (11/10/2020).

Baca juga :  Gubernur Tambah Syarat Pengajuan IMB

Melalui kuasa hukumnya, Hendra berharap siapa pun orang yang merampas kemerdekaan  harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.  “Kami patut menduga ada tindak pidana secara bersama-sama yang harus digali dan dibuat terang, siapa pelaku utama dan yang menyuruh melakukan,” bebernya.

Bakuh meyakini bahwa di negara ini, semuanya sama dan tidak ada yang kebal hukum. “Melakukan penyegelan tanpa penetapan pengadilan merupakan tindakan nyata main hakim sendiri, menyebabkan orang lain tidak bisa keluar rumah ” tegasnya.

Baca juga :  Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, Pasar Badung Dilengkapi Ini

Hendra juga telah membuat aduan masyarakat (dumas) ke Direktorat Reskrim Umum Polda Bali dengan Nomor 401/X/2020 tertanggal 3 Oktober 2020. “Pengaduan ini masih dalam proses penyelidikan, sehingga kami berharap kasus ini dapat dikawal Komnas HAM agar ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” kata tim kuasa hukum Hendra yang lain, I Gede Bina. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini