Tak Bermasker Saat Olahraga Dalam Ruangan Diharap Ditoleransi

0
4
Tak Bermasker Saat Olahraga Dalam Ruangan Diharap Ditoleransi
FUTSAL - Suasana pertandingan futsal di tengah pandemi covid-19.

Sumerta Klod, DenPost

Kebutuhan masyarakat untuk berolahraga membuat olahraga dalam ruangan menjadi pilihan saat pandemi covid-19. Seperti yang terlihat di lapangan futsal di Jl. Tantular, Sumerta Klod. Kendati ritme latihan turun drastis dibanding sebelum pandemi, namun pilihan ruang olahraga ini tetap diminati. Itu diakui penjaga lapangan futsal, Putu Ardana, saat ditemui Minggu (11/10/2020) petang.

Kata dia, meski dibuka sejak 07.00 wita, namun biasanya para pecinta futsal memilih waktu latihan saat sore hingga malam. “Lapangan dibuka seperti biasa. Tapi kami menyediakan pencucian tangan untuk antisipasi penyebaran covid-19,” terangnya. Itu wajib dilakukan setiap pengunjung. Selain sarana, poster tentang protokol kesehatan ditempel di tempat yang strategis. Hanya saja, protokol sulit diterapkan saat di tengah lapangan, utamanya penggunaan masker.

Baca juga :  Belum Muncul Tersangka Baru, Penyelesaian Kasus Korupsi Dana Silpa APBDes Dauh Puri Klod Dituding Lambat

Pengenaan masker saat berolahraga juga dinilai berisiko buruk terhadap kondisi fisik. Nyoman Kirab, seorang penggemar olaharaga bulutangkis menyebutkan, pemain bisa pingsan bila memaksakan diri bermasker saat berolahraga. Agar hobi dan protokol kesehatan tetap sejalan, dia menilai sebaiknya pengenaan masker ditoleransi saat berolahraga, khususnya olahraga dalam ruangan.

“Cukup ingat cuci tangan sesudah olahraga. Belum pernah sih dengar kasus dari GOR (Gedung Olaharaga),” ujar pegawai apotek ini.

Baca juga :  Babi Mati di Badung Capai 598, Peternak Rugi Cukup Besar

Terhadap harapan itu, Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Rai Darmadi, menilai hal itu wajar. Secara spontan, dia menjawab tak bermasker di tempat tertutup tidak masalah sepanjang orang-orangnya sehat. “Engga masalah berolahraga di tempat tertutup, tidak menggunakan masker, sepanjang yang bersangkutan benar-benar sehat, tidak terindikasi terpapar (covid-19),” katanya. Hanya saja, dia mengimbau agar pendukung maupun penonton lainnya tetap menggunakan masker dan jaga jarak.

Dia menyebutkan, penerapan protokol kesehatan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk saat berolahraga merupakan upaya menekan potensi penularan pandemi covid-19. Aktivitas olahraga di lapangan sebelumnya dapat ditoleransi oleh petugas. Hanya saja, melihat penambahan kasus yang melonjak pada Agustus-September, maka lapangan ditutup.

Baca juga :  Renovasi Pasar Suci, PD Pasar Undang Eks Pedagang dan Masyarakat

Karenanya dia mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Selain kepentingan bidang kesehatan masyarakat, kedisiplinan masyarakat juga ikut menentukan pemulihan ekonomi di Bali. “Masyarakat yang sehat ini jumlahnya lebih banyak dari yang terpapar, harus kita lindungi. Yang sakit kita obati,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini