PDIP Usulkan Pemecatan Tiga Kader di Bangli

0
4
PDIP Usulkan Pemecatan Tiga Kader di Bangli
Sekretaris DPD PDIP Tjokorda Gede Agung, beserta Komisi IV DPRD Provinsi Bali Ketut Suryadi dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu I Gusti Ngurah Kesuma Alit Kelakan.

Sumerta Klod, DenPost

DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali mengusulkan pemecatan tiga kadernya di Kabupaten Bangli ke Dewan Pengurus Pusat (DPP). Mereka adalah Made Gianyar, yang juga Bupati Bangli, beserta Ngakan Kutha Parwata dan istrinya, Sang Ayu Putri Adnyanawati. Hal itu dibahas dalam rapat Senin (12/10/2020) di Gedung DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, di Denpasar.

Usai rapat, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ketut Suryadi alias Boping, menyebutkan DPD memiliki bukti kuat terkait pemecatan tersebut. Ketiganya dinyatakan melanggar garis partai, khususnya tidak memenangkan pasangan calon Bupati Bangli dan Calon Wakil Bupati Bangli yang rekomendasi DPP PDIP.

Baca juga :  Budidaya Ganja di Kontrakan, Kasus Pertama yang Diungkap Polisi

Dia menyebut hal itu dibuktikan melalui foto berserta keterangan saksi-saksi. “Gianyar sebelumnya mengundurkan diri dari kepengurusan partai, namun sikapnya belum jelas. Kami menunggu sikap, akhirnya ketemu sikap dan foto membela paslon nomor satu (penantang PDIP),” tegas anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali ini.

Kendati harus kehilangan salah satu kader senior di Bangli, Boping menyebut hal itu tak berimplikasi besar pada kekuatan PDIP untuk memenangkan Pilbup di Bangli, yang mengusung Arta-Diar sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati. Hal itu karena sikap tegas partai untuk mengajukan pemecatan terhadap tiga kader yang juga didukung kader di Bangli.

Baca juga :  Pingsan di Pantai Sindhu, WNA Dievakuasi Petugas Berpakaian APD

“Jangan sampai dia bilang kader PDIP untuk membela paslon nomor satu,” ungkap Boping, yang  saat itu didampingi Sekretaris DPD PDIP, Tjokorda Gede Agung; Ketua Fraksi PDIP, Dewa Made Mahayadnya; dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu, I Gusti Ngurah Kesuma Alit Kelakan.

Secara demokrasi, Alit Kelakan mengatakan sikap Made Gianyar tidaklah masalah. Namun, menurutnya, sikap itu menunjukkan fatsun politik yang tidak elok dilakukan seorang kader senior, yang menikmati jabatan melalui PDI Perjuangan hampir selama 20 tahun. “Apalagi dia Bupati. Justru kita yang dizalimi, kami yang dikhianati,” terang anggota DPR RI itu.

Baca juga :  Pasutri WNA yang Dirawat di BRSU Tabanan Positif Covid-19

Boping menambahkan, pengajuan pemecatan itu segera diusulkan ke DPP. (wira)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini