Klaim Bukti Kuat, PDIP Usulkan Pemecatan Tiga Kader di Bangli

0
4
Picsart 10 12 08.24.10
PECAT KADER - Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, usai menggelar rapat berkenaan pengusulan pemecatan tiga kader di Kabupaten Bangli.

Sumerta Klod, DenPost

DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, mengusulkan pemecatan terhadap tiga kadernya di Kabupaten Bangli kepada Dewan Pengurus Pusat. Mereka adalah Made Gianyar yang juga Bupati Bangli, Ngakan Kutha Parwata dan istrinya, Sang Ayu Putri Adnyanawati.

Itu dibahas dalam rapat, Senin (12/10/2020), di Gedung DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, di Denpasar.

Usai rapat, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ketut Suryadi, menyebutkan DPD memiliki bukti kuat terkait pemecatan tersebut, yang membuktikan bahwa ketiganya melanggar garis partai, khususnya tidak memenangkan pasangan Calon Bupati Bangli dan Calon Wakil Bupati Bangli yang direkomendasi DPP.

Baca juga :  Pemuda Asal Tenganan Diduga Disiksa Begal Hingga Tewas di Renon

Dia menyebut hal itu dibuktikan melalui foto berserta keterangan saksi-saksi. “Gianyar sebelumnya telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Namun sikapnya belum jelas. Kami menunggu sikap, akhirnya ketemu sikap dan foto membela paslon nomor satu (penantang PDIP),” ujar anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali ini.

Kendati harus kehilangan salah satu kader senior di Bangli, Boping menyebut hal itu tak berimplikasi besar kepada kekuatan PDIP untuk memenangkan Pilbup di Bangli, yang mengusung Arta-Diar sebagai calon bupati dan calon wakil bupati. Hal itu karena sikap tegas partai untuk mengajukan pemecatan terhadap tiga kader juga didukung kader di Bangli.

Baca juga :  Setengah Bulan, Ratusan Mobil Digembosi Dishub

“Jangan sampai dia bilang kader PDI untuk membela paslon nomor satu,” ungkapnya yang saat itu didampingi Sektraris DPD PDIP, Tjokorda Gede Agung; Ketua Fraksi PDIP, Dewa Made Mahayadnya, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu, I Gusti Ngurah Kesuma Alit Kelakan. Secara demokrasi, Alit Kelakan mengatakan, sikap Made Gianyar tidaklah masalah.

Namun, menurutnya sikap itu menunjukkan fatsun politik yang tidak elok dilakukan seorang kader senior yang menikmati jabatan melalui PDI Perjuangan hampir selama 20 tahun. “Apalagi dia bupati. Justru kita yang dizolimi, kami yang dihianati,” terang anggota DPR RI itu. Boping menambahkan, pengajuan pemecatan itu segera diusulkan ke DPP. (106)

Baca juga :  Vaksin Covid-19 Diprioritaskan untuk Tenaga Medis

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini