MDA Bali Larang Unjuk Rasa Selama Pandemi Covid-19

0
4
MDA Bali Larang Unjuk Rasa Selama Pandemi Covid-19
Putra Sukahet (DenPost/ist)

Denpasar, DenPost

Lewat Keputusan Nomor : 08/SK/MDA-PBali/X/2020, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali membatasi unjuk rasa atau demonstrasi di wewidangan (wilayah) desa adat di Pulau Dewata selama gering agung (pandemi) covid-19. Salah satu poin penting yang disampaikan yakni melarang unjuk rasa yang melibatkan lebih dari 100 peserta di wewidangan desa adat.

MDA juga mengingatkan seluruh krama (warga) dan krama tamiu (penduduk pendatang)  dan tamui (tamu), di desa adat agar menyelesaikan semua permasalahan dengan cara musyawarah atau melalui mekanisme hukum yang konstitusional. Hal itu karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan negara hukum. ‘’Kita semua adalah umat beragama. Semua permasalahan mestinya diselesaikan dengan cara musyawarah atau melalui mekanisme hukum, mekanisme konstitusional,’’ ujar Bendesa Agung MDA Provinsi Bali yang juga Ketua FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam siaran persnya Senin (12/10/2020).

Baca juga :  Ngaku Disekap, Ternyata Perumal Rukesh Tak Mampu Bayar Sewa Vila

Dia menginstruksikan semua prajuru desa adat di Bali supaya melaksanakan keputusan MDA bersama-sama dengan krama desa adat, krama tamiu dan tamiu yang dikoordinasikan dan dikendalikan oleh pacalang desa adat masing-masing dengan penuh disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Termasuk di dalamnya para mahasiswa dan pelajar, mengingat masyarakat Bali pada dasarnya antikekerasan.

Selain itu, selalu mengedepankan musyawarah dengan semangat manyama braya, sagilik saguluk, paras paros salunglung sabayantaka sarpanaya. ‘’Menyikapi perbedaan pandangan tentang UU Cipta Kerja, hendaknya dilakukan dengan cara-cara sesuai tuntunan agama, cara-cara konstitusional, cara yang baik dan elegan, jauh dari kekerasan. Jauh dari anarkis dan jangan terprovokasi dengan berita-berita hoax yang tidak benar,’’ imbuhnya.

Baca juga :  Hari Ini, Sampel Lab Warga Jepang Diambil

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet juga menyebutkan jangan merusak Bali dengan tindakan-tindakan yang anarkis. Namun Pulau Dewata mesti dijaga agar indah, aman, damai dan membahagiakan, serta masyarakatnya tetap rukun. (wira)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini