Baliho Liar Bertebaran di Denpasar, KPU Sebut Tak Sesuai Ini

0
7
Picsart 10 14 07.04.32
APK MARAK - Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho bergambar pasangan calon dalam Pilwali 2020, marak terpampang di Denpasar.

Sumerta Klod, DenPost

Alat peraga kampanye berupa baliho bergambar pasangan calon dalam Pilwali 2020, marak terpampang di Denpasar. KPU Kota Denpasar, mengatakan hanya memfasilitasi sebanyak lima baliho untuk masing-masing paslon. Namun fakta di lapangan, jumlahnya mencapai puluhan dan tersebar di rumah warga hingga lahan kosong.

KPU juga telah memberi kompensasi alat peraga sebanyak 200 persen kepada masing-masing paslon yang diwujudkan berupa billboard di tiga titik dan videotron di dua titik.

Baca juga :  Sembilan WNA Terdeteksi Kontak Erat Dengan Penderita Corona

Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya menyebutkan pembatasan penggunaan baliho dalam pilwali sejatinya telah disepakati kedua paslon. “Mereka sepakat tidak mengadakan baliho untuk kampanye, sehingga APK yang ada di lapangan itu tidak sesuai dengan dengan kesepakatan alias baliho liar,” ujar Arsa Jaya, Rabu (14/10/2020).

Dia menegaskan, KPU Denpasar tidak mengatur selain baliho yang difasilitasi KPU. Selain melenceng dari kesepakatan, penggunaan baliho juga menimbulkan antipati masyarakat terhadap pelaksanaan Pilwali 2020, yang menilai bahwa paslon tidak konsisten terhadap kesepakatan. Ini sekaligus bertentangan dengan kerja keras KPU yang selama ini mengampanyekan pilwali ramah lingkungan. “Apalagi sudah merusak keindahan kota. KPU mengimbau untuk semua pihak paslon menegakkan apa yang sudah dideklarasikan, salah satunya mewujudkan pilwali ramah lingkungan,” terangnya. (106)

Baca juga :  RSUD Wangaya Buat Alat Pelindung Wajah

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini