Genjot PAD, Pemkab Buleleng Optimalkan Retribusi Tower

0
4
Picsart 10 15 06.03.41
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng, I Made Kuta.

Singaraja, Denpost

Dalam upaya optimalisasi pemungutan retribusi guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng membidik bangunan tower alias menara telekomunikasi yang berada di wilayah Kabupaten Buleleng. Langkah ini mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Buleleng.

Mengingat, upaya tersebut dinilai sangat berpeluang mengenjot PAD dan nantinya dapat dimanfaatkan dalam mendorong pembangunan di Buleleng.

“Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Buleleng No. 1 tahun 2019 Tentang Retribusi dan Pengendalian Menara Telekomunikasi,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng, I Made Kuta, Kamis (15/10/2020).

Baca juga :  Dirut PD Swatantra Siap Garap Arak Buleleng

Dia menjelaskan pencapaian retribusi tower yang telah memiliki izin ini secara keseluruhan di tahun 2020 baru mencapai Rp92 juta lebih dari target sebelumnya mencapai Rp1,7 miliar lebih. Jumlah target tersebut dari total 270 tower yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng.

Target tersebut, belum secara maksimal dapat dicapai dikarenakan adanya pembatasan kegiatan di masa pandemi Covid-19 ini. Selain itu, sebagian besar dana kegiatan ini juga dialihkan untuk penanganan pandemi. “Kita berharap kedepan ada tambahan anggaran untuk melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan terhadap sejumlah tower yang ada di Buleleng tersebut,” ujar Made Kuta.

Baca juga :  Bupati PAS Jamin Tak Ada Intervensi Pemilihan Pejabat

Selain itu, melalui retribusi yang diberikan pihak swasta/pemilik tower tersebut, jika ini dapat tercapai secara maksimal dapat mendorong PAD kira-kira hingga mencapai Rp1,7 miliar. Capaian itu dari 190 tower yang sudah dianalisa. “Jika nantinya berdasarkan data yang ada mencapai 270 tower dapat dianalisa, maka dapat dipastikan Pemkab Buleleng akan memproleh retribusi hingga Rp2 miliar lebih,” ungkapnya. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini