Langgar Prokes, Bawaslu Siap Bubarkan Kampanye Paslon

Langgar Prokes, Bawaslu Siap Bubarkan Kampanye Paslon
Ketua Bawaslu Karangasem, Putu Gede Suastrawan.

Amlapura, DenPost

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem kini tak hanya bertugas menangani pelanggaran dalam proses Pilkada. Namun mendapat tugas tambahan dalam pengawasan prosedur kesehatan (prokes). Bahkan hal tersebut menjadi pengawasan utama dalam masa kampanye saat ini. Bawaslu bahkan tak segan membubarkan kampanye paslon jika melanggar prokes.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Karangasem, Putu Gede Suastrawan. “Walau demikian hingga saat ini belum ada paslon di Karangasem yang melanggar prokes,” terang Suastrawan. Pengawasan prokes tak hanya soal APD, namun lengkap dengan penyelenggaraan di lapangan. Seperti pembatasan peserta dan jaga jarak.

Baca juga :  Bawaslu Periksa ASN yang Diduga Berpolitik Praktis, Ini Kata Giri Prasta

“Hal tersebut sudah diatur dalam PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) RI Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19,” pungkasnya. Tak sendiri, pengawasan prokes juga dikawal Kelompok Kerja (Pokja) khusus yang terdiri dari Polri, TNI, Satgas, Satpol-PP serta KPU.

Ditanya terkait mekanisme penindakan lapangan pada paslon pelanggar prokes, Suastrawan menuturkan tak langsung membubarkan. “Tindakan Bawaslu pertama pencegahan langsung di tempat saat kampanye. Ketika saat diimbau namun tetap melanggar, tentu ada mekanisme sampai pembubaran,” jelasnya. Ketika prokes dilanggar, maka Bawaslu akan memberikan peringatan terlebih dahulu. “Nah, jika selama 1 jam peringatan tersebut tidak digubris,  maka Bawaslu baru akan membubarkan acara tersebut,” jelas Suastrawan.

Baca juga :  Sering Meluap, Sejumlah Sungai akan Dinormalisasi

Pantauan Wartawan  di lapangan, pelaksanaan kampanye kedua paslon di lapangan memang telah mengedepankan protokol kesehatan. Mulai dari wajib menggunakan masker dan tersedianya alat cuci tangan.  Kendati demikian saat melakukan pertemuan terbatas, jaga jarak antarpeserta masih kurang diterapkan antar paslon. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini