Kasus Ijasah Palsu Dikatakan Tak Cukup Bukti, Margi Siapkan Video Ini

0
7
Picsart 10 16 08.11.39
TUNJUKKAN BUKTI - Ketut Margiana (tengah) bersama dua penasehat hukumnya, saat menunjukkan berkas dan bukti-bukti yang akan diserahkan ke penyidik Polda Bali, Jumat (16/10/2020).

Semarapura, DenPost

Setelah berjalan tiga bulan, Ketut Margiana asal Desa Akah, Klungkung kembali mengungkit kasus dugaan ijasah palsu yang melibatkan anggota DPRD Klungkung dari Partai Perindo, Nyoman Mujana. Melalui pengacara barunya, Wayan Sumardika dan Ketut Metrajaya Ariana, penyanyi Pop Bali ini akan menyerahkan bukti baru berupa video pengakuan dari anggota DPRD asal Kutampi, Nusa Penida ini yang menggunakan ijasah orang lain saat maju di Pileg 2019.

Langkah inipun dilakukan Ketut Margiana bukan tanpa dasar. Apalagi Margiana yang akrab dipanggil Margi ini sempat syok, setelah mendapat informasi secara lisan dari penyidik Polda Bali kalau kasus yang dilaporkan dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas) tersebut dikatakan tidak cukup bukti, sehingga tidak bisa dilanjutkan. Belum lagi dia diminta untuk menunjukkan bukti fisik yang sebenarnya itu menjadi tugas penyidik untuk mencarinya.

Baca juga :  Desa Adat Gelgel Berlakukan Jam Malam

“Pak Ketut Margi ini sempat stres, setelah mendapat informasi kalau kasus tersebut dikatakan tidak cukup bukti. Padahal kalau saya lihat sudah ada tiga alat bukti yang cukup untuk melanjutkan kasus tersebut,” ujar salah seorang penasehat hukum Margiana, Wayan Sumardika, Jumat (16/10/2020).

Menurut Sumardika, begitu diberi kuasa dirinya sudah mengkros cek saksi-saksi yang sebelunya dimintai keterangan di Polda Bali. Termasuk saksi ahli yang juga sempat dimintai keterangan di Polda. Bahkan pihaknya mengaku sudah mendatangi penyidik yang menangani dan mengatakan kalau perkara tersebut tidak cukup bukti dan sudah ada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Baca juga :  Suwirta Kembali Lepas PMI yang Tuntas Karantin  

“Saat itu saya berdebat dengan penyidik, atas dasar apa perkara itu dikatakan tidak cukup bukti. Padahal, penyidik sudah mengantongi tiga alat bukti yaitu keterangan saksi, keterangan ahli dan bukti surat,” ungkap Sumardika.

Menurut Sumardika, sesuai pasal 183 KUHAP, dengan dua alat bukti yang sah dan perkara sudah bisa diteruskan sampai ke pengadilan. Apalagi kliennya Margiana bakal menyetorkan tambahan alat bukti, yakni bukti petunjuk berupa rekaman video yang isinya Mujana mengakui menggunakan ijazah palsu (milik orang lain), karena ijazah miliknya hilang. Pengakuan itu, ia sampaikan dihadapan pengurus DPW Perindo Bali selaku induk partainya saat mediasi dengan Ketut Margi yang juga sama-sama kader Perindo.

Baca juga :  Klungkung Siapkan Tiga Ruang Isolasi Untuk Pasien Corona

“Bukti petunjuk berupa rekaman video segera akan saya serahkan ke penyidik. Apalagi dalam video tersebut, pihak teradu (Mujana) mengaku siap mundur asalkan gajinya nanti di DPRD dibagi dua dan klien kami (Margi) bersedia membayar hutangnya Rp1,5 miliar,” ungkap Sumardika.

Sebelumnya, pihak Nyoman Mujana melalui penasehat hukumnya, I Nyoman Swastika menampik apa yang dituduhkan. Menurut Swastika yang ada hanya persoalan administrasi yang kurang sempurna saat proses pencalegan.

Suastika sempat menunjukkan ijasah milik Mujana, yakni ijasah SD, ijasah SMP, surat keterangan kehilangan ijasah SMA dan ijasah sarjana. “Logikanya kalau tidak punya ijasah SMA masa bisa punya ijasah sarjana. Klien saya punya ijasah SMA tapi ijasahnya hilang dan sampai sekarang tidak ditemukan,” tandasnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini