Bangkit Pasca-PHK, Sudarmawan Bisnis Ayam Ketawa

0
6
Bangkit Pasca-PHK, Sudarmawan Bisnis Ayam Ketawa
Ketut Sudarmawan

Tibubeneng, DenPost

Salah seorang warga Banjar Dama, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Ketut Sudarmawan, beternak ayam ketawa. Selain suaranya yang menarik, ternyata beternak unggas asal Sidrap ini mendatangkan untung besar.

“Saya beternak sejak tahun 2014, saya hoby memelihara ayam. Untuk ayam ketawa ini sangat unik dan ada harganya,” katanya belum lama ini.

Dikatakannya, beternak ayam ketawa tidaklah sulit. Dari perawatan hingga pakan perlakukannya hampir sama dengan memelihara ayam kampung biasa. “Perawatnya mudah, pakannya juga seperti ayam kampung biasa. Bisa diberi jagung dan beras merah dan memandikan cukup sekali seminggu atau dua kali seminggu,” katanya saat ditemui di rumahnya di jalan raya padonan Tibubeneng.

Baca juga :  Penerimaan 133 PMI yang Datang Lagi Dipantau TNI

Sebelumnya kata dia, ayah dua anak ini memelihara beberapa jenis ayam ketawa. Namun kini ia khusus menernak ayam Ketawa Durasi Sambung. “Disebut durasi sambung, karena kokoknya yang panjang dan menyambung. Yama ini cukup langka. Di Bali hanya ada 3 orang yang menernaknya,” kata pria yang baru saja terkena PHK lantaran Pandemi Covid-19 ini belum berlalu.

Ia memilih fokus menernak ayam ketawa jenis durasi sambung itu karena langka dan harganya mahal. “Anakan jantan yang berumur 2 bulan harga jualnya Rp2 juta dan untuk yang 5 bulan keatas mencapai Rp 5 juta lebih,” katanya seraya mengakui permintaan ayam tersebut cukup tinggi, tapi produksi belum mencukupi permintaan.

Baca juga :  Sembahyang di Pura Prajapati Taman, Suiasa Mapunia Rp 15 Juta

 

Beternak ayam ketawa itu, Sudarmawan memanfaatkan pekarangan rumah. Dalam pekarangan  rumah ia hanya memelihara ayam ketawa dan beberapa jenis burung. “ayam ketawa ini memang harus murni. Kalau dicampur (dengan ayam kampung-red) maka akan terjadi kawin silang. Itu bisa mempengaruhi produksi dan itu tidak penyilangan ayam ketawa dengan jenis lain tidak diizinkan oleh komunitas (pecinta ayam ketawa),” katanya.(dwa)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini