Kawasan Suci Besakih, Berkonsep Parkir Tingkat Empat, Habiskan Dana Total Rp960 Miliar

0
4
Konsep Otomatis
KOSTER DI NONGAN - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster saat berada di Wantilan Banjar Bucu, Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (18/10) kemarin. (DenPost/ist

Rendang, DenPost

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster mengatakan bahwa dia tengah memperjuangkan Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih dengan konsep parkir bertingkat empat lantai ke bawah di Manik Mas, yang didesain arsitek terkenal dari Bali. Untuk mengimplementasikannya secara anggaran mengunakan APBD Provinsi Bali serta APBN Pusat yang totalnya Rp960 miliar.

“Kalau selesai awal tahun 2022 mendatang,  program ini kami dedikasikan untuk masyarakat Karangasem dan Bali, agar warga nyaman sembahyang ke Pura Agung Besakih,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster di Wantilan Banjar Bucu, Desa Adat Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (18/10/2020).

Mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan dalam Program Pelindungan Kawasan Suci Besakih terdapat anjungan untuk memberikan fasilitas kepada wisatawan ke sana. Dengan demikian, orang yang berwisata tidak boleh masuk di utama mandala pura. Namun para wisatawan bisa melihat keindahan pura terbesar di dunia ini dari anjungan.

Baca juga :  PDP di Jembrana Bertambah , Kasus Positif Stagnan

Koster menambahkan Karangasem mesti berbenah dengan konsep era baru. Terlebih kabupaten di timur Bali ini punya nilai kesakralan dengan adanya Pura Agung Besakih. Karena itu, Karangasem membutuhkan pemimpin yang serius dan fokus mengurusi daerah setempat.  “Saya sudah pesan ke Gede Dana saat menjadi Bupati harus memiliki jiwa kerja yang fokus, lurus, dan tulus dalam membangun daerah. Selama menjabat, saya juga minta Bupati Karangasem terpilih ini tidak ada yang main proyek hingga menggerogoti APBD Karangasem yang kecil tersebut,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga :  Kantongi Hasil Rapid Test Positif, Dua PMI Asal Jembrana Lolos di Bandara

Koster menegaskan kembali dan menyanggupi permintaan krama Desa Adat Nongan mengenai pemanfaatan aset lahan di Provinsi Bali yang luasnya 1,4 hektar untuk lapangan olah raga. “Silakan gunakan lahan tersebut untuk kepentingan umum dan memajukan kesejahteraan masyarakat di Desa Nongan. Saya harap aset tanah ini ditata dengan baik,” pungkasnya.

Sedangkan calon Bupati Karangasem yang diusung PDI Perjuangan I Gede Dana mengatakan Karangasem harus berbenah dengan konsep era baru. Termasuk di dalamnya Desa Nongan yang merupakan pintu masuknya Pura Agung Besakih. Infrastrukturnya harus dioptimalkan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi umat Hindu yang mau sembahyang ke Pura Kahyangan Jagat ini. Selain itu, perlu mengintegrasikan potensi di Desa Nongan dengan pariwisata.

Melihat keagungan Pura Agung Besakih itu Gede Dana menyatakan bahwa dia memberanikan diri selesai menjadi Ketua DPRD Karangasem yang jabatannya masih empat tahun demi membangun Karangasem melalui pencalonannya sebagai Bupati Karangasem.

Baca juga :  Ciptakan Pilkada Aman-Damai, Digelar Rakor di Polres Bangli

Tokoh masyarakat Desa Adat Nongan Putu Marta Sugiantara berharap para calon pemimpin di Karangasem mau memperhatikan potensi Desa Nongan, mengingat desa ini punya UKM jajan Bali yang sudah mempekerjakan 100 orang dan hasil produksinya sudah keliling Bali. Desa Nongan juga dikenal dengan produksi minyak kelapa dengan kualitas terbaik, dan memiliki sumber air. Namun ada permasalahan yang sampai kini belum mendapat sentuhan dari Pemkab Karangasem seperti tak punya lapangan untuk olahraga warga di desa, dan tidak mampu mengatasi kemacetan lalu lintas ketika ada piodalan di Pura Agung Besakih. (kmb)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini