Koperasi Hadapi Masalah Berat, Pemerintah Luncurkan Program Restrukturisasi

0
8
Koperasi Hadapi Masalah Berat, Pemerintah Luncurkan Program Restrukturisasi
BUKA DIKLAT – Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, membuka Diklat Pengembangan Usaha Koperasi di aula kantor Depag Kota Denpasar, Senin (19/10/2020).

Lumintang, DenPost

Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat pandemi covid-19 ini mengalami masalah berat. Guna menyelamatkan dan pemulihan  koperasi dari keterpurukan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan penyelamatan dan pemulihan ekonomi melalui sejumlah program restrukturisasi. Seperti program dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), bantuan Presiden dan subsidi bunga kredit.

”Ke depan kami harapkan koperasi mampu menjadi benteng perekonomian masyarakat saat menghadapi krisis. Koperasi memiliki peranan sangat penting karena fungsinya sebagai badan usaha menaungi dan mempersatukan rakyat kecil dalam menggerakkan ekomomi sekaligus soko guru perekonomian nasional,’’kata Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, di sela-sela pembukaan Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pengembangan Usaha Koperasi, di aula Kantor Depag Kota Denpasar, Senin (19/10/2020).

Baca juga :  Wisuda Unud Ditunda

Erwin mengatakan, koperasi khususnya koperasi simpan pinjam mengalami kondisi terberat.  Banyak anggota koperasi tidak mampu membayar cicilan dan banyak juga menarik simpanan. Karena itu, koperasi hanya bergerak di bidang simpan pinjam harus mengembangkan usaha baru dan melakukan inovasi agar mampu bangkit melawan krisis akibat covid-19. ”Koperasi khususnya koperasi serbausaha masih mengandalkan simpan pinjam saja. Padahal di era sekarang koperasi bisa menggarap usaha lain dalam rangka memberi pelayanan kepada anggota koperasi,’’ kata Erwin.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Meningkat Selama PKM, Pakar Nilai Ini

Dia berharap, ke depan banyak usaha lain dikembangkan seperti bengkel, retail, toko, usaha cuci motor, catering dan lain-lain. ”Kita dorong koperasi tidak terjebak pada satu usaha saja, karena koperasi simpan pinjam banyak unit usaha. Karena koperasi badan usaha banyak usaha yang bisa digarap,’’ jelasnya.

Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengungkapkan, koperasi harus memiliki inovasi dan terobosan untuk memajukan usaha. ”Kami harapkan koperasi mengambil peluang usaha lain, karena banyak usaha tidak diambil. Koperasi bukan hanya melayani pinjaman uang, tapi kebutuhan lain yang diperlukan anggota harus ada,’’ pungkasnya. (103)

Baca juga :  Bali Tuan Rumah Global Economical Summit

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini