Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemerintah Minta Warga Saling Mengingatkan

0
7
Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemerintah Minta Warga Saling Mengingatkan
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin

Dauh Puri, DenPost

Masih tingginya angka terkonfirmasi covid-19 di Bali, membuat pemerintah tak henti-hentinya menyerukan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) ke masyarakat. Selain disiplin menjalankan prokes, masyarakat juga diminta untuk senantiasa saling mengingatkan agar sama-sama peduli, sehingga bisa mencegah bertambahnya angka positif covid-19.

“Upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat. Karena itu mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan prokes, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” seru Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Pasien Virus Corona Meninggal, Dikremasi di Mumbul

Sementara itu, perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per Senin (19/10/2020) tercatat ada tambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 109 orang, sembuh sebanyak 100 orang dan meninggal dunia sebanyak 3 orang. Jumlah kasus secara kumulatif yakni terkonfirmasi positif 10.880 orang, sembuh 9.683 orang (89,00%) dan meninggal dunia 349 orang (3,21%).

Sedangkan kasus aktif per Senin menjadi 848 orang (7,79%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  Lagi, Denpasar Tambah 10 Kasus Positif Covid-19, 3 Orang Merupakan Pedagang Pasar Kumbasari 

Melihat perkembangan kasus tersebut, pemerintah juga mewanti-wanti kegiatan-kegiatan seperti kegiatan adat, upacara agar dilaksanakan dengan peserta yang terbatas. Selain itu diingatkan pula, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp 100.000, bagi perorangan dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya. (111)

Baca juga :  Anak-anak Keranjingan Gadget Pun Perlu Diterapi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini