Tak Taat Prokes dan Nunggak Pajak, Hotel dan Restoran Terancam Ini

0
9
Picsart 10 20 03.20.43
HIBAH - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung, I Ketut Lihadnyana, saat berbincang-bincang dengan pimpinan DPRD Badung terkait hibah pariwisata dari pusat yang akan diberikan di Kabupaten Badung.

Mangupura, DenPost

Pemerintah Pusat  memberikan kucuran dana stimulus atau hibah untuk pariwisata sebesar Rp 948.006.720.000 kepada Pemkab Badung. Bantuan tersebut sebagian besar akan diarahkan untuk industri pariwisata seperti hotel dan restoran di Kabupaten Badung. Syaratnya, hotel dan  restoran tidak boleh nunggak pajak ke pemerintah daerah hingga tahun 2019. Selain itu, hotel dan restoran wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes). Apabila kedua syarat tersebut tidak dipenuhi, maka Pemkab Badung memastikan tidak akan memberikan bantuan.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Badung, I Ketut Lihadnyana, saat ditemui di Gedung Dewan Badung, Selasa (20/10/2020) menegaskan,  juklak dan juknis penggunaan stimulus atau hibah pariwisata ini sudah keluar, termasuk nilai nominal stimulus untuk Badung juga sudah diketahui. “Terkait dengan dana transfer stimulus untuk pawirisata itu, kemarin sudah kita dapatkan angkanya sekitar Rp 940 miliar lebih,” ungkapnya.

Baca juga :  Cegah Pungli Merebak di Masyarakat, Begini yang Dilakukan Badung

Sesuai dengan petunjuk pelaksana (juklak), kata Lihadnyana, sebesar 70 persen digunakan untuk mendukung operasional manajemen hotel. Selanjutnya 30 persennya bisa dikelola Pemerintah Daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi produktif di daerah. “Saat ini kita sedang bahas persyaratan-persyaratannya. Setelah petunjuk teknis dan SOPnya itu, agar benar-benar stimulus ini memberikan manfaat dan mendorong pemulihan ekonomi Bali khsususnya di Badung melalui sektor pariwisata,” kata Lihadnyana.

Baca juga :  Tim Gabungan di Badung Kembali Sidak Masker

Hotel dan restoran mana saja yang akan diberi bantuan stimulus ini? Ditanya begitu,  Lihadnyana yang juga Kepala BKD Provinsi Bali ini mengaku masih melakukan verifikasi.  “Syarat-syarat (penerima bantuan, red) sudah ada. Begitu juga rumus besaran bantuan sudah disiapkan. Itu kita pakai dan yang jelas kita akan verifikasi ketat,” tegasnya.

Yang jelas, lanjutnya, bantuan ini akan diberikan secara proporsional kepada hotel dan restoran yang ada. “Dari rumusan dan panduan (bantuan) akan diberikan secara proporsional, bukan adil lho ya,” katanya.
Berarti semua hotel dan restoran dapat? Didesak begitu, Lihadanyana mengaku belum bisa memastikan. Pasalnya, ada syarat-syarat lain yang juga harus dipenuhi.

Baca juga :  Cegah Wabah Virus Corona, Desa Adat Blahkiuh “Ngeneng”

Kemudian, disinggung kemungkinan bantuan ini dipakai bayar utang oleh pengusaha, Lihadnyana mengaku masih mengkaji hal itu. “Nah, ini yang masih abu-abu. Kita akan rumuskan lebih lanjut. Karena kalau dana stimulus itu dipakai bayar pajak kan harapan kita bisa masuk lagi jadi PAD,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari total hibah pariwisata untuk Bali sebesar Rp 1.183.043.960.000, Kabupaten Badung menerima hibah paling besar yaitu sebesar Rp 948.006.720.000.(a/115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini