Cuti Bersama, Mendagri Minta Kepala Daerah Jaga Kapasitas Objek Wisata

0
7
Cuti Bersama, Mendagri Minta Kepala Daerah Jaga Kapasitas Objek Wisata
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian

Jakarta, DenPost

Momen libur panjang cuti bersama akhir Oktober 2020 ini biasanya dimanfaatkan warga untuk berlibur ke luar daerah atau luar kota. Dalam situasi pandemi covid-19, kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu lonjakan angka kasus terkonfirmasi covid-19. Mengantisipasi hal itu, masing-masing kepala daerah diminta untuk mewaspadai mobilitas masyarakat saat cuti bersama karena berpotensi menjadi media penyebaran covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Luar Negeri (RI), Tito Karnavian, dalam keterangan persnya usai mengikuti rapat terbatas mengenai Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober Tahun 2020, Senin (19/10/2020), di Jakarta.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Tito mengatakan, akan ada lima hari libur yakni pada 28 Oktober sampai 1 November nanti. “Pengalaman kita sebelumnya (saat) libur-libur terjadi mobilitas yang tinggi. Masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, dan pergerakan masyarakat ini bisa menimbulkan penularan (covid-19),” paparnya.

Baca juga :  Jelang Cuti Bersama, Presiden Minta Jajarannya Antisipasi Ini

Karenanya Tito meminta agar kepala daerah mewaspadai mobilitas masyarakat melalui mekanisme pertahanan daerah. “Kita harapkan kepala daerah dan forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) menjaga betul mekanisme pertahanan daerah masing-masing, yang selama ini sudah berjalan seperti pada waktu liburan Lebaran yang lalu,” sarannya.

Program pencegahan covid-19 berbasis wilayah seperti Kampung/Kelurahan Sehat maupun Kampung/Desa/Kelurahan Tangguh, ungkap Tito, harus terus diaktifkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah.

Baca juga :  Doni Monardo Minta Masyarakat Tetap Disiplin Terapkan Prokes

“Warga-warga yang datang dari luar, mereka diyakinkan sudah melaksanakan tes (covid-19) dan kemudian ketika berinteraksi dengan warganya di daerah itu mereka tidak menjadi penular,” ujarnya.

Mendagri juga mengingatkan agar kepala daerah menjaga kapasitas tempat wisata yang berpotensi menjadi pusat kerumunan di saat libur panjang tiba. “Dibicarakan dengan pengelola tempat wisata agar tidak terjadi kerumunan masif. Tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa, diberikan pengumuman disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas, misalnya 50 persen atau 30 persen,” saran Tito.

Diingatkan pula kepala daerah agar mengantisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan. “Saya minta rekan-rekan kepala daerah dan forkopimda, betul-betul membangun hubungan dengan mereka yang ingin menyelenggarakan (kegiatan) supaya lebih baik untuk sementara pada saat pandemi ini tidak dilaksanakan, karena bisa menimbulkan kerawanan,” tegasnya.

Baca juga :  Revisi RUU Provinsi Bali Banyak Peroleh Dukungan Pusat

Dalam keterangan persnya, Tito tak lupa mengingatkan masyarakat untuk menghindari kerumunan serta tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar kota, diharapkan Tito untuk melakukan tes PCR terlebih dahulu. “Yakinkan betul bahwa diri masing-masing dalam keadaan negative dengan melakukan tes PCR. Jangan sampai menjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah,” tandasnya. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini