Paslon Tak Boleh Beri Uang Saku Saat Kampanye

0
4
Paslon Tak Boleh Beri Uang Saku Saat Kampanye
Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karangasem, Ngurah Gede Marharjana

Amlapura, DenPost

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Karangasem, Rabu (21/10/2020) melakukan rapat  koordinasi membahas Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). Dalam koordinasi ditekankan, saat kampanye tak boleh ada pemberian uang saku untuk simpatisan.

Hal tersebut diungkapkan Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Karangasem, Ngurah Gede Marharjana. “Tidak boleh ada pemberian uang tunai pada saat kampanye pada simpatisan. Hanya boleh berupa barang dengan batas nilai Rp 60 ribu,” tegasnya.

Baca juga :  Lama Diperjuangkan, Raperda Kaling Akhirnya Disahkan

Lebih lanjut Ngurah menekankan, barang yang dimaksud bisa berupa atribut kampanye, seperti baju, masker atau topi bergambar paslon. “Jadi jika sampai ada ditemukan (ada yang memberi uang), paslon bisa mendapat sanksi. Maksimal diberhentikan menjadi peserta dalam pilkada,” imbuhnya.

Tak hanya menekankan hal tersebut, dalam koordinasinya, masing-masing paslon juga diberi batasan nominal sumbangan dana kampanye. Nominal batasan sumbangan kampanye dari perseorangan adalah Rp 75 juta. Sedangkan dari partai politik atau kelompok Rp 750 juta. “Jika lebih dari nominal tersebut, paslon wajib menyetorkan ke kas negara,” jelasnya.

Baca juga :  PHRI Karangasem Siap Sambut “New Normal Life”

Tak hanya pembatasan sumbangan dana, KPU juga menekankan sumber dana harus jelas. “Misalnya dari kelompok atau partai apa. Ini harus jelas. Tujuannya agar kami tahu sumber dananya dari mana, menghindari hal-hal yang tak diinginkan misalnya sumber dananya dari bandar narkoba dan kejahatan lainnya,” ucap Ngurah.

Nantinya sumbangan dana kampanye akan dikirimkan dalam satu rekening khusus yang disetorkan dan diawasi pihak penyelenggara pemilu. “Saya menekankan agar paslon benar-benar mengikuti aturan dalam penggunaan dana kampanye ini. Karena sanksinya tidak main-main,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Patroli, Polsek Kubu Masih Temukan Warga "Memengkung"

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini