Pengontrak Tanah Serahkan Bukti ke Penyidik Polresta

0
4
USAI PEMERIKSAAN - Hendra (kanan) didampingi kuasa hukumnya usia pemeriksaan yang memakan waktu sekitar 1,5 jam di Polresta Denpasar. (DenPost/ist)

Denpasar, DenPost
Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar, Rabu (21/10/1010), memeriksa Hendra, pengontrak tanah yang diduga menjadi korban penyekapan di Jalan Batas Dukuhsari Gang Merak, Sesetan, Densel.

Selama menjalani pemeriksaan, Hendra didampingi pengacara Ketut Bakuh dan Ketut Surya Agus Wijaya dari YBH Bangli Justice. Usai pemeriksaan yang memakan waktu sekitar 1,5 jam itu, Bakuh menjelaskan bahwa pemeriksaan kliennya mengenai dumas Muhaji di Polsek Densel pada Agustus 2020 yang kini ditarik ke Polresta Denpasar. “Ini pemeriksaan tambahan saja. Kurang lebih enam pertanyaan yang diajukan penyidik,” ujar Bakuh.

Ada pun materi pemeriksaan tambahan ini, sambungnya, mempertegas hak Hendra menempati rumahnya. Artinya penyidik menggali keterangan Hendra berkaitan dengan kontrak tanah. Faktanya Hendra memang sebagai pengontrak sah tanah sesuai perjanjian kontrak. Hendra sebagai pengontrak dilindungi secara hukum. Selain itu penyidik mempertanyakan dugaan perusakan benner yang dipasang oleh pengadu. “Saya lihat tidak ada unsur perusakan ,” tegas Bakuh.

Baca juga :  Tahapan Pilkada Dimulai, Bawaslu Aktifkan Ad Hoc

Dari keterangan yang disampaikan ini, dia berharap persoalannya cepat selesai. Bila ada kaitan atau berhubungan dengan masalah lain, Bakuh kembali menegaskan tidak mau tahu. Pun dengan persoalan sengketa tanah yang melibatkan Pujiyama, pihaknya menyatakan tidak ada kaitan. Hendra murni sebagai pengontrak sah yang bukti-buktinya sudah diserahkan ke penyidik polresta. “Kami tidak ada urusan dengan masalah lain kita juga tidak ada masalah dengan Pujiyama,” imbuh Bakuh.

Baca juga :  Percepat Penanganan Covid-19, Pemkot Denpasar Mantapkan Program Strategis

Informasi lain menyebut giliran Pujiyama yang diperiksa terkait laporan Muhaji ini. Materi pemeriksaan masih berkutat kebenaran kontrak tanah Hendra yang melanjutkan kontrak Gono hingga tahun 2042 . Dalam perjanjian kontrak itu, Pujiyama turut tanda tangan, termasuk Lurah Sesetan dan Kadus Dukuhsari. Kontrak itu diperpanjang lagi ke Pujiyama dari tahun 2042 hingga 2047 mendatang. Berbekal surat kontrak inilah Hendra menolak permintaan Muhaji keluar dari rumah dengan alasan perjanjian kontrak belum berakhir.

Baca juga :  Total Kasus Positif Capai 79, Gugus Tugas Fokus Tekan Sumber Risiko Baru

Selain itu Hendra mengontrak tanah jauh sebelum Muhaji yang mengklaim sebagai pemilik tanah sejak April 2020. Karenanya, Muhaji beberapa kali gagal mengusir Hendra hingga puncaknya terjadi dugaan penyekapan pada 3 Oktober lalu. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini