Polisi Buru Pemasang Selebaran Provokatif di Denpasar

0
21
Konsep Otomatis
AJAKAN DEMO - Selebaran yang ditempel di tiang listrik dan pohon di Renon yang berisi ajakan demo menolak pengesahan UU Ciptaker. (DenPost/ist)

Renon, DenPost

Selebaran provokatif  ditempel di tiang listrik dan pohon ditemukan di Kota Denpasar. Selebaran gelap itu berisi ajakan unjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) dengan cara anarkis yakni “Serang, Hancurkan, Jarah, dan Bakar”.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat ditanya mengenai selebaran itu mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan. “Akan kami dalami. Anggota kami masih memburu pemasang selebaran itu,” ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Selebaran dalam bentuk kertas HVS ukuran A4 tersebut berisi tulisan berdemo yang dilakukan oleh BEM Udayana, LBH Bali, BEM Undiknas, dan sejumlah organisasi mahasiswa lainnya. “Selebaran itu tertempel di tiang listrik masing-masing di depan Gedung Keuangan; di sebelah timur lapangan Puputan Margarana, Renon; di depan Kantor Dinas Kebudayaan Porvinsi Bali, dan di depan Kantor DPD Partai Demokrat atau di timur lapangan,” kata seorang polisi yang tak mau disebut namanya di koran, Rabu kemarin.

Baca juga :  Pemprov Bali Gratiskan BBNKB Hingga 18 Desember 2020

Hingga kini belum diketahui siapa sejatinya yang membuat dan memasang selebaran tersebut. Begitu juga motif dan tujuannya. Warga yang melihat selebaran itu tampak biasa-biasa saja dan mengaku tak terpengaruh. “Paling-paling kerjaan orang iseng. Saya tak peduli mau demo atau tidak, asal jangan membuat keonaran saja,” beber Agus, seorang warga Denpasar.

Informasi akan adanya aksi unjuk rasa atau demo menolak UU Cipnaker ini dibenarkan Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan. Demo yang dikabarkan digelar pada Kamis (22/10/2020) melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus di Bali.

Baca juga :  Santroni Toko Empat Kali, Udin Diciduk

“Ada rencana demo di Denpasar menolak UU Ciptaker. Korlap dan orang yang mengaku sebagai penanggung jawab dan koordinator  itu telah menyampaikan ke kami. Mereka juga sudah kami imbau agar tak mengumpulkan massa saat pendemi,” bebernya.

Kapolresta menambahkan polisi sudah mendapat dukungan dari masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar lokasi demo. “Di masa pandemi ini masyarakat menentang aksi demo, baik demo damai, apalagi yang bersifat anarkis. Kita saat ini lagi prihatin dengan kondisi Bali, seingga jangan ikut-ikutan,” tegasnya.

Baca juga :  Kedisiplinan Prokes Ikut Tentukan Keberhasilan Pilkada 2020

Jika demo masih saja terjadi, maka Polresta Denpasar dan Polda Bali siap melakukan pengamanan. “Kekuatan penuh akan kami turunkan jika mereka nekat melakulan demo di tengah pandemi,” tandas Jansen Panjaitan. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini